mediabogor.com, Bogor – Dibalik perayaan Idul Adha sebagian besar masyarakat akan mengkonsumsi daging kambing maupun sapi. Nah, dalam mengonsumsi daging kambing penting membatasi porsinya, terlebih jika Anda memiliki penyakit seperti diabetes, koleseterol tinggi, hipertensi, dan penyakit jantung. Dirangkum dari detikHealth dari berbagai sumber, berikut ini tips sehat mengonsumsi daging kambing yang dapat diterapkan. Apa saja?

1. Batasi porsi

Kini Hadir Aplikasi Mobile Play Store Media Bogor

Bagi orang yang memiliki penyakit seperti diabetes, koleseterol tinggi, hipertensi, dan penyakit jantung, dr Titi Sekarindah SpGK dari RS Pusat Pertamina menyarankan konsumsi sekitar 50 gram daging kambing sekali makan. Sedangkan pada orang yang tidak memiliki penyakit penyerta, takaran porsi yang bisa dikonsumsi sekitar 100 gram sekali makan. Sementara, DR Dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, FINASIM, FACP, MMB mengatakan jika daging kambing dijadikan sate, disarankan untuk mengonsumsinya maksimal sepuluh tusuk per hari. Sedangkan, jika daging kambing dijadikan gulai dengan potongan seperti daging rendang, konsumsi satu atau dua potong sudah cukup.

2. Pilih daging dengan kadar lemak rendah

“Pilih daging kambing yang lemaknya sangat rendah, misalnya daging bagian paha. Hindari daging yang banyak lemaknya,” ujar Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dr Em Yunir, SpPD-KEMD. Dr Yunir juga menyarankan sewaktu merebus daging, buang air rebusan yang mengandung lemak. “Waktu di rebus kan lemaknya keluar, yang putih-putih di permukaan air, nah itu dibuang,” imbuhnya.

3. Disarankan diolah dengan cara dibakar

“Kalau bisa pilih dagingnya mau dibakar atau digoreng, pilih dibakar saja. Kalau digoreng minyaknya masuk (ke makanan), kalau dibakar kan minyaknya keluar. Tapi ingat, bakarnya juga jangan sampai gosong,” tutur dr Yunir. Sedangkan, dr Ahmad Fuady, MSc-HEPL, Kepala Klinik Dokter Keluarga (KDK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Kayu Putih, menjelaskan dibanding daging sapi, daging kambing memang memiliki kadar kolesterol yang relatif lebih tinggi, namun tidak signifikan. Dengan catatan, kadar kolesterol dihitung ketika daging disajikan dalam bentuk plain. “Tetapi, kecenderungan masyarakat menyajikan daging kambing secara ‘lebih tidak sehat’ dengan berkuah santan dan berminyak dalam bentuk gulai, tongseng dan lain-lain. Jika ingin digulai, makan dagingnya saja, kuahnya pun jangan terlalu banyak,” pungkasnya.

4. Imbangi dengan buah dan sayur

Imbangi konsumsi daging kambing dengan konsumsi setidaknya 5 porsi buah dan sayur. Sebaiknya, konsumsi sayur yang berkuah bening atau minimal ditumis, bukan bersantan. Nah, Intan Apriyani S.Gz mengatakan untuk mengimbangi konsumsi daging kambing, Anda bisa mengonsumsi jeruk, apel, atau stroberi. Sebab, buah tersebut mengandung pektin (salah satu jenis serat larut atau soluble fiber). Soluble fiber ini dikatakan Intan dapat memperlambat penyerapan kolesterol yang berasal dari makanan-makanan hewani. Selain itu, bisa juga mengonsumsi alpukat yang diketahui dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) dan menurunkan LDL (kolesterol jahat). Tapi karena alpukat mengandung kalori dan lemak sedikit lebih tinggi, jumlahnya pun tak boleh berlebihan. “Kacang-kacangan (beans), kacang kedelai, dan produk olahannya seperti tahu dan susu kedelai juga bisa menurunkan LDL. Beberapa studi juga menunjukkan dengan mengonsumsi protein kedelai, dapat menurunkan kolesterol darah 9 persen, LDL 13 persen, dan konsentrasi Trigliserida 10 persen,” papar Intan. (Rangga)

TINGGALKAN KOMENTAR