mediabogor.com, Bogor– Kenaikan biaya sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP) terjadi di beberapa sekolah negeri di Kota Bogor, dari 20 hingga 30 persen. Ketua Komisi D DPRD Kota Bogor, Dodi Setiawan membenarkan kabar tersebut. Pasalnya, kenaikan SPP didasari oleh kesepakatan antara komite sekolah dengan orang tua siswa. “Memang tidak semuanya setuju, ada beberapa orang tua siswa yang tidak setuju atas kenaikan SPP dikarenakan keterbatasan kemampuan secara ekonomi,” ucap Dodi pada mediabogor.com.

Dodi menegaskan, 10 persen siswa yang tidak mampu tidak dipungut biaya apapun setiap bulannya. Selain itu katanya, alasan kenaikan SPP tersebut untuk menutupi kebutuhan pembiayaan guru tenaga honorer, pemeliharaan infrastruktur sekolah dan subsidi bagi siswa kurang mampu. “Pemerintah mengalokasikan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk membantu memenuhi biaya operasional sekolah akan tetapi tetap ada kekurangan, Kami akan memantau terus terkait transparansi penggunaan dana tersebut,” ujar Dodi.

Kami Dikomisi D, lanjut Dodi, akan berkoordinasi dengan para Kepala Sekolah termasuk memanggil komite sekolah. “Kenaikan SPP ini jangan sampai menjadi beban baru bagi orang tua siswa, dan Bagi orang tua siswa yang secara ekonomi memiliki kemampuan terbatas, boleh tidak setuju dan memiliki hak tanya dan jawab silahkan berikan pertanyaan kepada pihak Kadis Pendidikan dan Kami di Komisi D DPRD Bidang pendidikan dan kesehatan Insya Allah kami jawab,” tegas Dodi.

Foto:Utay