Bursa Pencalonan Walkot PKS

mediabogor.com Bogor- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor terus menyiapkan kekuatan mesin partainya dan berbenah untuk menghadapi perhelatan pesta demokrasi pemilihan walikota dan wakil walikota Bogor tahun 2018 mendatang. Berbagai tahapan terus dilakukan dalam menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk maju di pilwalkot diantaranya dengan melakukan pemilihan secara internal untuk bakal calon walikota Bogor. DPD PKS juga sudah menyatakan sikap secara tegas bahwa akan meraih posisi Walikota Bogor untuk pilwalkot nanti.

Kini Hadir Aplikasi Mobile Play Store Media Bogor

Sejumlah tahapan dilakukan DPD PKS dalam pemilihan kader terbaiknya diantaranya tahap pertama melakukan Penjaringan merumuskan dan para bakal calon lakukan Konvensi internal serta melakukan survei publik mengusulkan nama-nama bakal calon walikota ke DPP PKS terakhir dilakukan kembali survei internal dan eksternal terhadap nama yang lolos dari DPP PKS. Setelah selesai tahap Penjaringan dan mendapat 10 orang nama kader internal, saat ini tahapan selanjutnya sudah mengerucut menjadi 5 nama kader internal sebagai bakal calon walikota.

“Posisi saat ini sudah di tahap kedua dengan hasil mengerucutkan dari 10 nama menjadi 5 nama yang akan diajukan untuk menjadi bakal calon walikota Bogor 2018 mendatang dari DPD PKS ungkap ketua DPD PKS kota Bogor,” Papar Ketua DPD PKS kota Bogor Atang trisnanto pada mediabogor.com.

Atang menjelaskan 5 orang nama yang lolos di tahap kedua dalam proses ini diantaranya:

  1. H. Ecky Awal Mucharam anggota DPR RI Komisi Xl.
  2. H. Najamuddin Ketua Fraksi PKS DPRD kota Bogor
  3. H. Iwan Suryawan mantan Wakil Ketua DPRD dan mantan ketua DPD PKS 2001
  4. Atang Trisnanto ketua DPD PKS
  5. H. Dr. Achmad Ru’yat (mantan Walikota Bogor 2009 2014).

Dengan mengerucutnya 5 nama kader internal ini selanjutnya tahap berikutnya akan memasuki proses tahap ketiga yaitu Konvensi internal dan ditargetkan Januari 2017 nanti sudah bisa memasuki tahap keempat yaitu melakukan Konvensi eksternal secara terbuka kepada publik untuk memilih sekitar dua atau tiga nama dari 5 nama yang sudah mengerucut saat ini.

Dalam semua proses ini penilaian yang dilakukan terhadap para calon harus memenuhi syarat di antaranya kapasitas, kapabilitas, spiritualitas dan elektabilitas kami Junjung akan melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh eksternal sesuai usulan dari kader PKS itu sendiri baik para tokoh politik maupun lainnya, Sedangkan untuk Konvensi terbuka eksternal akan dilakukan dengan berbagai tes dan fit and proper test, “jelasnya.

Mekanisme pencalonan eksternal akan dilakukan dengan membuka pendaftaran dan menjaring tokoh-tokoh potensial untuk bergabung kedalam PKS terkait koalisi, DPD PKS terus melakukan komunikasi politik dan membuka ruang kepada semua parpol tetapi intinya adalah DPP PKS tetap fokus meraih posisi F1 (walikota), calon walikota yang diajukan itu bisa dari internal ataupun eksternal. Bahkan bisa saja calon yang diusung menjadi calon walikota itu bukan dari internal maupun external, semuanya akan dilihat dari perkembangan dan dimana dinamika suhu perpolitikan di kota Bogor.

Munculnya nama mantan Walikota Bogor periode 2009-2014 H. Ahmad Ruyat dalam 5 besar pengerucutan calon walikota dari DPD PKS karena sosok dan figurnya masih memiliki potensial untuk maju di pilwalkot Bogor 2018 mendatang dan kabarnya nama ini memiliki nilai paling tinggi dari pada calon lainnya Ruyat menyikapi santai Muncul nama dirinya masuk ke dalam 5 besar.

“Saya tidak Ambisi untuk maju di pilwalkot Bogor nanti, Tetapi semuanya dikembalikan kepada keputusan partai jadi apapun keputusan yang nanti akan terjadi saya siap menjadi pekerja partai. Saya juga berpesan apapun keputusan PKS nanti saya berharap hubungan perkawanan mutlak diperlukan karena kepala daerah harus merangkul seluruh pemangku kepentingan tegasnya. “Pada mediabogor.com. (ut).

TINGGALKAN KOMENTAR