mediabogor.com, Bogor – Sebagai bentuk kepedulian meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendorong perbaikan tata kelola pendidikan, pagi tadi (29/8) komunitas perempuan bogor anti korupsi dan agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Bogor, menggelar workshop dan training kepada masyarakat khususnya orangtua murid, para sekolah, dan pemerhati pendidikan seperti Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk lebih fokus dalam keterbukaan sebuah data dari sebuah sekolah. Haniyah Rahma, ketua SPAK Bogor, menyampaikan dalam kegiatan tersebut pun sekaligus sebagai perkenalan aplikasi ‘Cek Sekolah-ku’. “Jadi fungsi aplikasi ini kami mengedepankan prinsip – prinsip transparansi, akuntanbility, dan partisipatif, yang dimana nilai – nilai anti korupsi itu ada di prinsip – prinsip tersebut. Aplikasi ini nantinya sebagai etalase informasi disekolah baik itu informasi struktural sampai anggaran sekolah,” sampainya kepada mediabogor.com

Aplikasi yang baru diperkenalkan di Kota Bogor ini, lanjut Haniyah, sudah diterapkan dibeberapa Kota di Indonesia. “Untuk di Kota Bogor sendiri kita baru mengandeng beberapa sekolah sebagai pilot project aplikasi ini seperti, SMA N 6, SMK N 1, SMP N 7, dan Bina Insani. Tapi untuk di Semarang aplikasi ini sudah berjalan dan diikuti kurang lebih 50 sekolah,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekdis Pendidikan Kota Bogor, H. Fahruddin, menuturkan sangat mendukung dengan program yang dibuat oleh para komunitas ini. “Ini merupakan terobosan yang bagus, sekaligus memudahkan para orangtua murid dan sekolah dalam memberikan informasinya. Tentunya jika ini kedepannya berjalan dengan baik dan tidak menemukan kendala, sekolah – sekolah yang ada di Kota Bogor wajib ikut dalam aplikasi tersebut,” tandasnya.

Dalam seminar tadi pagi dihadiri 40 peserta yang didalamnya terdapat perwakilan orangtua murid, perwalilan kepala sekolah di Kota Bogor, dan jajaran dinas pendidikan Kota Bogor. (Rangga)

Foto:Rangga Firmansyah