mediabogor.com, Bogor – Para pengendara sedang fokus menginjak antara kopling dan gas dalam kemacetan yang terjadi menjelang hari lebaran di Tol Jagorawi siang tadi, serta ditambah teriknya matahari tidak membuat beberapa badut setia menghibur para pengendara. Berharap pundi demi pundi rupiah didapatinya untuk mencukupi kebutuhan lebaran tahun ini. Salahkah apa yang telah badut itu lakukan, menghibur para pengendara yang terkena macet di area bebas hambatan? Mungkin di balik kostumnya yang sudah dibanjiri keringat, sang badut mempunyai impian yang lebih.

Harapan menjadi lebih nyata ketika melihat sebuah tangan keluar dari jendela mobil ber-AC yang begitu sejuk dengan mengepalkan receh usang. Atau hanya dengan menghibur orang dan melihatnya tersenyum dari balik kaca film redup sudah mewakili impiannya?

Kita tidak pernah tahu apa yang dirasakan oleh mereka di balik kostum lucu itu. Mungkin begitu keras hidup ini dirasanya, sehingga harus mencari beberapa pundi dengan ditemani teriknya matahari. Jika dia seorang Muslim dan melakukan puasa, sanggupkah dia bertahan dengan keadaan terkurung di dalam kostum panas nan pengap? Maka bersyukur adalah sebuah kata yang midah dilontarkan oleh kita yang tak perlu memeras keringat menghirup debu jalanan. Jika Anda yang berada di balik jendela ber-AC, coba buka sedikit dan julurkan lengan lembut dengan sebuah kepalan berisi rupiah yang takkan membuatmu bangkrut. Niscaya Tuhan akan membalasnya, karena Badut itu medoakanmu dengan ajian anti-kebangkrutan. (Rangga)

Foto:Rangga Firmansyah