mediabogor.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor sepertinya masih terus mengevaluasi kegiatan Car Free Day (CFD) yang biasa dilakukan setiap hari Minggu tersebut. Terbukti tadi siang (6/9), bertempat di Ruangan Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Bima Arya, Walikota Bogor, mengumpulkan para Muspika Kota Bogor yang terkait guna penyesuaian terhadap CFD. Bima Arya, menegaskan bahwa, Car Free Day diperuntukan untuk olahraga bukan sebagai ajang jual – beli. “Kita evaluasi jangan sampe konsepnya jadi melenceng jadi pasar. Jadi pedagang kita tertibkan pedagang akan didata, jadi itu tempat olahraga bukan tempat jualan dan bukan pasar,” tegasnya.

Kini Hadir Aplikasi Mobile Play Store Media Bogor

Perihal evalusasi Car Free Day yang dititik beratkan kepada para pedagang kaki lima (PKL), Eko Prawobo, Kadis UMKM Kota Bogor, yang turut hadir pula dalam rapat evaluasi tersebut menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan wilayah agar nantinya para PKL yang terdaftarlah yang boleh berjualan di kawasan CFD. “Jadi kalau saran saya kan kalau itu zona usaha itu harus ada namanya Tanda Daftar Usaha (TDU) yang berlakunya 3 tahun dikeluarkan oleh UMKM. Nah kalau PKL di CFD itu kan gak mungkin dikasih TDU, karena mereka berdagangnya tidak menetap dan tidak setiap hari hanya kalau ada keramaian dia ada, mungkin nantinya akan diberi name tag saja dan didata oleh wilayah. kita (UMKM) hanya mengadvokasi memberikan contoh, agar para PKL disana tertib dan teratur,” imbuhnya.

Dalam rapat evaluasi tersebut pun dihadiri oleh Empar Kasie Daop DLLAJ Kota Bogor, Heri Karnadi Kasat Pol PP, Kompol Syaifuddin Gayo Kalpolsek Bogor Tengah, Eko Prabowo, Kadis UMKM Kota Bogor, dan para jajaran Muspida dan Muspika Kota Bogor. (Rangga)

TINGGALKAN KOMENTAR