mediabogor.com, Bogor – Jika sebagian dari Anda suka berolahraga lari atau berjalan kaki pada siang hari, simak tipsnya berikut ini agar sesi latihan Anda tidak terganggu dengan udara panas, seperti yang dikutip dari laman kompashealth.com

Minum sebelum berlatih

Hidrasi adalah kunci. Jika Anda ingin berjalan selama satu jam atau kurang di udara panas, minumlah setidaknya 200 ml air, kata D. Michael Kelly, seorang terapis fisik di Rehabilitation Novacare di Chicago. Jika Anda ingin berlari selama lebih dari satu jam, minum setidaknya setengah liter air, 30 menit sebelum Anda mulai.

Jangan terlalu banyak minum

Hidrasi memang penting, tapi jangan berlebihan. Ada perbedaan besar antara overhidarsi dengan hidrasi yang tepat, kata Kelly. Untuk mengetahui apakah Anda sudah terhidrasi dengan benar, timbang diri sendiri sebelum dan sesudah berlatih. “Idealnya, setelah berlatih, berat badan Anda turun, Tetapi, orang-orang yang kelebihan cairan akan mengalami penambahan berat badan,” katanya.

Overhidrasi dapat menyebabkan hiponatremia atau kurangnya garam di dalam tubuh.Seharusnya, Anda kehilangan 2-5 persen dari berat badan setelah menjalani latihan lari, terutama di udara yang panas. Kadar air di dalam tubuh akan kembali seperti semula setelah Anda makan.

Biarkan keringat pada wajah Anda

Keringat adalah cara tubuh untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Jika Anda menghapusnya maka Anda akan kehilangan manfaat pendinginan yang diberikan oleh keringat. Anda juga dapat menjaga suhu tubuh dengan mandi air dingin sebelum memulai latihan.

Minimalkan kontak dengan sinar matahari

Untuk menunda proses pemanasan, pakailah pakaian berwarna terang yang tidak menyerap sinar matahari. Tambahkan topi sebagai pelindung utuk menghalangi sinar matahari dan mengurangi kontak kulit Anda dengan sinarnya. “Mengurangi kontak kulit dengan matahari berarti menunda pemanasan atau naiknya suhu tubuh,” kata Kelly.

Kenakan monitor jantung

Pada hari-hari panas, Kelly merekomendasikan Anda mengenakan monitor jantung sambil berlatih. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah detak jantung Anda masih normal atau tidak. Jika detak jantung Anda sudah di atas normal, perlambat kecepatan secara bertahap kemudian hentikan latihan. (Rangga)