mediabogor.com, Bogor – Warga RW 06 Gg. Emad, Kel. Cikaret, Kec. Bogor Selatan mengeluhkan pendistribusian air PDAM yang tidak menentu. Pasalnya menurut Dadi, Ketua RT 04/06, kejadian tersebut sudah terjadi sejak tahun 2014. ” Jadi air itu dari jam sekitar 16.00 WIB hingga besok paginya itu tidak ada, mungkin hanya sebagian warga sekitar sini yang ada tapi kecil banget airnya,” keluhnya. Selain itu kata dia, saat Walikota Bogor, Bima Arya mensidak ke daerahnya, air mengalir lancar, namun anehnya air kembali mati. “Ini aneh, ketika beberapa bulan lalu saat ada Pak Walikota Bogor sidak ke kampung kami bersama jajaran PDAM Tirta Pakuan, air itu lancar, tapi ketika pak Wali pulang air mati lagi dan itu sampai sekarang. Bilangnya sih kata Pak Walikota, lagi ada pemasangan baru,” tambahnya pada mediabogpr.com.

Bukan hanya itu, Dadi juga mengaku sudah melapor kepada pihak PDAM Tirta Pakuan sejak lama, namun realisasi pemerataan pasokan air masih belum merata. “Warga sudah banyak yang melapor tapi belum ada tanggapan lagi. ” paparnya saat ditemui mediabogor.com tadi sore (2/7).

Hal serupa juga disampaikan oleh Ida, salah satu warga RT 04/06 yang sangat mengeluhkan dengan pelayanan Perusahaan BUMD tersebut. “Saya jadi terpaksa buat sumur sejak susah air ini, kalau ada petugas yang datang ke rumah yang kebetulan lagi ngecek meteran, saya suka nanya ini kenapa? Pasti jawabannya sama, katanya lagi ada pemasangan baru, ini lagi dibagi – bagi airnya jam segini di wilayah ini nanti jam segini diwilayah ini, gitu aja jawabannya,” keluhnya.

Tercatat ada 200 pelanggan PDAM Torta Pakuan di daerah tersebut. “Tentunya harapan warga ialah ingin segera dituntaskan permasalahan ini, sebab sudah cukup lama di daerah ini kesusahan pasokan air PDAM Tirta Pakuan Jaya Kota Bogor,” tututp Ida. (Rangga)

foto: Rangga Firmansyah