mediabogor.com, Bogor – Melonjaknya harga sembako di setiap bulan Ramadhan, menjadi perhatian khusus bagi Anggota Komisi VI DPR RI asal Dapil Kota Bogor, Eka Sasta. Dia mengaku prihatin dengan keadaan yang sudah menjadi seperti rutinitas setiap tahun. Menurutnya, sejauh ini Pemerintah terkesan lamban turun tangan untuk menangani permasalahan tersebut.

Kini Hadir Aplikasi Mobile Play Store Media Bogor

Selain itu kata dia, koordinasi pemerintah, dalam hal ini di Kementerian Perdagangan dan Pertanian tidak berjalan dengan baik. Padahal, tegasnya, bagian pertanianlah yang mengatur stok kebutuhan pokok. “Di pertanian selama ini saya lihat tidak ada neracanya. Kalau di perdagangan, mereka sudah tidak bisa lagi mengatur kebijakannya. Kan rumus ekonomi itu sederhana. Kalau barang kurang, maka harus import, tapi kalau barang cukup tidak perlu import,” ujarnya saat ditemui tadi siang (13/6).

Eka yang juga Politisi Golkar itu mengaku, telah beberapa kali melakukan inspeksi pasar untuk mengecek harga kebutuhan pokok. Tak hanya itu, pihaknya pun telah memanggil pengusaha penggemukan sapi (feed loader) untuk mengukur karena ada kecenderungan kartel yang memonopoli harga. “Maka dari itu kami minta kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk melakukan penelitian terkait hal ini. Kami menargetkan mendekati hari raya Idul Fitri nanti, harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil, agar masyarakat dapat menjangkaunya,” lanjutnya.

Diakuinya, jika saat ini kebutuhan akan daging sapi di Indonesia masih kurang, sehingga mau tidak mau harus import. Namun, secara jangka panjang ia berharap agar pemerintah segera menyiapkan kemandirian. Selain karena jumlah sapi yang kurang, hal ini juga disebabkan adanya kartel yang bermain. Buktinya lanjut Eka, saat ini sudah ada 22 perusahaan fed lotter yang dihukum karena memonopoli harga dipasaran. “Jadi mereka beli sapi dari Australia perkilogram Rp 40 rb, tapi dijual di sini sampai 3 kali lipatnya. Artinya kan ada margin tidak wajar yang diterima oleh para pedagang tersebut,” tandasnya. (Rangga)

Foto:Rangga

TINGGALKAN KOMENTAR