mediabogor.com, Bogor – Kementerian Kesehatan melalui Ditjen Kesehatan Masyarakat satuan kerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, siang tadi (19/7) menggelar acara Pelaksanaan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat di Daerah 2016. Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, promosi kesehatan di daerah harus disinergikan dengan program-program yang ada di tingkat provinsi dan tingkat nasional. Selain adanya program promosi kesehatan, diperlukan juga agen atau kader di setiap wilayah yang turun langsung ke lapangan. Sehingga tujuan promosi kesehatan untuk memberdayakaan masyarakat miskin agar sehat jasmani dan rohani dapat dicapai. “Pemkot Bogor melalui APBD-nya telah menjalankan amanat anggaran kesehatan sebesar Rp 230 miliar yang tersebar melalui program di Dinkes, BPMKB, Puskesmas dan lain-lain,” sampainya.

Kini Hadir Aplikasi Mobile Play Store Media Bogor

Selain itu, Usmar pun menambahkan, ingin menjadikan masyarakat Kota Bogor sehat jasmani dan rohani merupakan wujud misi pertama Pemkot Bogor. Tak hanya dua hal tersebut, dorongan nilai-nilai moral agama dan nilai-nilai kebangsaan pun turut dilakukan agar menjadi kesatuan yang utuh.“Upaya pelayanan kesehatan masyarakat merupakan hal yang tidak boleh berhenti alias harus berkelanjutan agar masyarakat tidak sakit,” lanjutnya.
Acara yang bertempat di Sahira Butik Hotel, ini dihadiri oleh 180 peserta yang dilatih untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan kemandirian dari individu dan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Peserta juga diarahkan untuk mengubah kondisi sosial, lingkungan, dan ekonomi dengan mengurangi dampak negatifnya terhadap kesehatan masyarakat. (Rangga)

TINGGALKAN KOMENTAR