mediabogor.com, Bogor- Rapat Pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2016 yang dihadiri Ketua DPRD Kota Bogor, Untung W Maryono, Wakil Ketua DPRD Jajat Sudrajat, Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, Banggar DPRD Kota Bogor dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bogor diwarnai aksi pengusiran para awak media oleh Ketua DPRD Kota Bogor Untung W.Maryono, Senin (10/16) Sore.

Kejadian ini bermula saat sejumlah wartawan harian memasuki ruang rapat Paripurna DPRD Kota Bogor di lantai satu (atas). Namun, belum lagi para wartawan duduk, tiba-tiba, ada kalimat secara tiba-tiba dengan lantang yang berasal dari arah bawah. “Dimohon kepada media yang berada di atas diperkenankan untuk keluar! Karena rapat bersifat tertutup,” tegas Untung sebelum memulai rapat di ruang Paripurna DPRD Kota Bogor, Senin (10/16). Padahal, saat akan mulai rapat, Ketua DPRD yang juga politisi PDI Perjuangan ini sempat melontarkan pertanyaan kepada seluruh peserta rapat. “Apakah ini rapat terbuka atau tertutup?” tanya Untung.

Selain itu, Sekretaris DPRD Kota Bogor, Bambang Budianto ikut berkomentar. “Ini kan belum finalisasi, jadi tertutup. Saya juga engga tau juga landasannya,” ujarnya.

Bagaimanapun, ungkap salah seorang wartawan sebagai lembaga publik yang dipilih dan digaji oleh rakyat, Ketua DPRD Kota Bogor seharusnya tidak melarang awak media untuk melakukan peliputan serta menutup-nutupi informasi publik. “Dari Jadwal Rapat Pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2016 mulai pukul 13.00 WIB molor hampir 2 jam hingga pukul 14.50 WIB. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik nampaknya belum dipahami seutuhnya oleh para wakil rakyat (legislatif), di Kota Bogor. Terpampang jelas hal itu di tunjukan oleh seorang ketua DPRD Kota Bogor yang tidak memperkenankan media massa meliput pelaksanaan rapat finalisasi pembahasan APBD, padahal yang dibahas adalah untuk kepentingan Rakyat,” ungkap salah seorang wartawan yang ikut diusir.(ut)