mediabogor.com, Bogor- Ada hal yang menarik dalam pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Negeri 6 yang berada di Jalan Walet No. 13, Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (10/16) Siang. Dalam pemilihan tersebut, dilakukan secara electronic voting (e-voting) dengan menggunakan mesin digital touchscreen yang dimiliki oleh KPUD Kota Bogor. Kepala Sekolah SMA Negeri 6, DR. Hj. Aidawati MPd pada mediabogor.com mengatakan, dengan pemilihan ketua OSIS melalui e-voting, pihaknya berharap proeses pemilihan bisa lebih jujur, adil dan transparan.

“Sebab tidak ada manipulasi data, semua diproses secara digital. Sehingga proses pemilihan dengan azas Langsung Umum Bebas dan Rahasia (Luber) bisa terjamin dengan baik,” ujarnya.┬áPemilihan e-voting, lanjut dia, diharapkan bisa dijadikan juga sebagai pembelajaran bagi peserta didik untuk mengetahui bagaimana proses e-voting berlangsung mengingat hal tersebut baru dilaksanakan di kota Bogor. “Dalam e-voting tersebut, pihaknya melibatkan sekitar 36 orang yang terdiri dari siswa dan guru. 36 orang ini terdiri dari OSIS MPK (23), operator (8), dan pembina OSIS MPK (5). Mereka ditraining lebih dulu di KPUD kota Bogor. Tujuanya, “Supaya tidak menganggu KBM, pemilihan dilakukan per kelas secara bergantian,” tandas Dia.

Menurut data yang dihimoun, dalam pemilihan tersebut ada tiga kandidat calon ketua OSIS yaitu Fadhlurrohman, Rakha Ananta Luvian, dan Winona Aurelia. Mereka akan memperebutkan 974 suara pemilih yang terdiri dari guru., staf dan siswa.┬áSementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Bogor, Undang Suryatna menjelaskan, kegiatan yang dilakukan di sekolah-sekolah merupakan upaya dari KPU untuk mempersiapkan dan memperkenalkan suatu pemilihan melalui e-voting. “Sehingga pada saat pemilihan nanti, warga sudah siap mengikuti e-voting dan tidak kaget lagi,” ujar Dia (Undang).

Untuk saat ini lanjut Dia, sosialisasi dilakukan di sekolah-sekolah. Beberapa kampus, juga ditawarkan oleh KPUD Kota Bogor untuk mencoba menggunakan e-voting. “Fokus saat ini kami lakukan di sekolah-sekolah dulu untuk pemilihan ketua OSIS. “Soal teknologi, e-voting sangat mudah dan sederhana. Malah untuk operatornya, kami libatkan para siswa,” tutup Dia (Undang).