mediabogor.com, Bogor – Rencana Pemkot Bogor, dalam hal ini DLLAJ Kota Bogor untuk mengkonversi tiga buah angkutan kota menjadi satu unit Bus guna mengurangi faktor kemacetan mendapat penolakan tegas dari para pengusaha angkot. Manaf, salah satu pengusaha angkot menegaskan, bahwa program yang sedang digadang oleh DLLAJ Kota Bogor ini sangat tidak menguntungkan. “Sekarang angkot kita dari tiga menjadi satu bus, nanti angkot yang tiga ini mau dikemanakan? Terus bagaimana pengoperasian bus itu? Lalu dari tiga angkot terdapat enam supir, nanti supir kita mau dikemanakan?,” keluhnya kepada mediabogor.com saat ditemui seusai menghadiri acara Sosialisai Kegiatan Pembinaan Pengusaha Berbadan Hukum, tadi sore (30/8) di Ayudi Hotel.

Ia pun menilai transportasi yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bogor seperti Trans Pakuan pun masih belum berjalan dengan baik. “Ya sekarang kita liat saja kenyataannya, Trans Pakuan saja tidak berjalan dengan baik, apalagi nanti diterapkan kepada kami (angkot)?,” lanjutnya.

Dengan menolaknya konversi angkot, Manaf berharap, sebaiknya Pemkot Bogor mulai memberlakukan terminal perbatasan di setiap daerah. “Seperti yang tadi Ketua Organda sampaikan, kan kenyataan lebih banyak angkot Kabupaten yang masuk ke Kota, ada sekitar 6.000 lebih. Nah itu saja yang dijalankan jangan angkot Kota Bogor yang dikorbankan,” tandasnya. (Rangga)