Media Bogor.com, Bogor – Maraknya penggunaan formalin sebagai bahan pengawet pangan dewasa ini menjadi momok atas keamanan pangan. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian RI dan IKM Gunungsari Wiar Sadana Kota Bogor akhirnya memberikan sebuah solusi sebagai alternatif baru bahan pengawet alami pengganti formalin.

Kini Hadir Aplikasi Mobile Play Store Media Bogor

Produk unggulan bahan pengawet alami diberinama Coco Vine ini menggunakan bahan baku dari air kelapa murni yang kemudian dipermentasikan dengan bakteri baik, sehingga aman untuk digunakan. Bahkan dengan pemurnian dapat dimanfaatkan langsung sebagai dressing makanan.

Perwakilan dari Balitbang Kementrian Pertanian RI Wiwik P Novantadi menjelaskan, CocoVine merupakan produk alami dari air kelapa sebagai pengawet alami pengganti formalin pada produk karkas ayam, ikan dan tahu.
“CocoVine ini sudah kami ujicobakan di beberapa pedagang yang menunjukkan hasil teknologi ini efektif untuk digunakan sebagai pengawet alami,” ujar Wiwik disela sosialisasi peningkatkan mutu produk di pasar tradisional di pasar Warung Jambu, Kota Bogor, Kamis (22/09/2016).

Dia menjelaskan, cara penggunaan hanya cukup dituangkan 30 ml vinegar ke wadah dan ditambahkan 120 ml air. Selanjutnya celupkan tahu, ayam, daging kedalam larutan selama 3 menit. Setelah diangkat dan bilas dengan air bersih lalu tiriskan, taruh dalam wadah tanpa harus disimpan di dalam kulkas tahan selama 15 jam di suhu ruang. “Sisa larutan bisa dipakai lagi dalam waktu yang sama untuk 3 kali pemakaian,” imbuhnya.

Sementara Direktur Operasional Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor, Syuhairi Nasution mengatakan, sosialisasi kepada para pedagang ini untuk yang kedua kalinya, pertama di Pasar Bogor dan kedua di Warung Jambu. Para pedagang diharapkan bisa memahami akan bahaya bahan pengawet formalin dan solusinya menggunakan produk ini.

Setelah kegiatan sosialisasi ini juga Syuhairi berharap, para pedagang yang hadir dapat memberikan informasi ini kepada para pedagang lainnya. Sosialisasi akan terus dilakukan di pasar lain terutama pasar basah. “Karena sudah ada respon dari beberapa pedagang yang meminta produk ini, untuk mempermudah juga nanti setiap unit pasar menyediakan produk ini,” tandas dia. (*).

TINGGALKAN KOMENTAR