mediabogor.com, Bogor – Penolakan pembangunan hotel dan mall di kawasan Terminal Baranangsiang, Kota Bogor kembali memanas. Siang ini (23/7) ratusan pendemo yang tergabung dalam Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) kembali menggelar aksinya dengan melakukan longmarch dari Terminal Baranangsiang, Pintu 3 Kebun Raya (Istana Kepresidenan Bogor), dan Balaikota Bogor. Wahyu, salah satu orator, menyerukan bahwa kerjasama bangun guna serah ‘optimalisasi Terminal Baranangsiang’ dengan pihak PT. PGI dinilai tidak sesuai dengan rencana tata ruang. “Pembangunan Hotel dan Mall di area Terminal Baranangsiang adalah bentuk alih fungsi pemanfaatan ruang karena tidak sesuai dengan Perda Kota Bogor No.8 Tahun 2011 pasal 69 ayat 1 dan pasal 73 UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang,” serunya.

Aksi demo yang diikuti juga oleh beberapa elemen masyarakat Kota Bogor seperti, PMKB, HMI, MPO, BCC, PMKRI, GMKI, dan GMNI Bogor Raya, menyerukan sikap yang sama, antaralain :
1. Tetap dan akan selalu menolak keras adanya mall, hotel, dan apartemen di atas lahan Terminal Baranangsiang.

2. Meminta Presiden Joko Widodo untuk turun tangan dan tidak menutup mata dengan persoalan yabg ada di Kota Bogor.

3. Meminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan investigasi terhadap adanya dugaan penyimpangan dalam perjanjian kerja sama antara Pemkot Bogor dengan PTM PGI yang menjadi dasar rencana pembangunan mall, hotel, dan apartement di atas zona transportasi.

4. Meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk membantu perbaikan (renovasi) Terminal Baranangsiang melalui dana APBN agar dapat terwujud terminal yang nyaman, aman, dan humanis. (Rangga)

Foto:Rangga Firmansyah