Mediabogor.com, Bogor – Bertempat di ballroom salah satu hotel di kota Bogor, Universitas Prasetya Mulya menggelar seminar edukasi terkait teknologi pangan berbasis inovasi sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi pada (9/8). Dengan mengundang puluhan guru SMA/K se-Bogor, acara yersebut diharapkan bisa menjawab tantangan pendidikan kolaboratif abad 21 untuk kemajuan dunia usaha di Indonesia. “Dalam kurun waktu 15 tahun yang akan datang, diperkirakan Indonesia perlu meningkatkan produksi pertanian hingga lebih dari 60%. Namun kenyataanya, petani industri pertanian kita memiliki produktivitas yang rendah. Nilai tambah produk pertanian di Indonesia pun hanya sebesar 3000 dollar AS,” ujar Faculty Member program studi S1 Business Economics Universitas Prasetya Mulya, Alvin Desfandi, M.SE, MIDEC kepada mediabogor.com.

Menurutnya, peka terhadap inovasi produk pangan dan pertanian di dunia bisnis ekonomi, industri┬ápertanian menjadi salah satu fokus utama. “Tingkat produktivitas serta nilai tambah produk yang rendah, keterbatasan lahan pertanian dan perairan hingga tidak tercapainya ketahanan pangan menjadi salah satu permasalahan dasar yang utama,” tambahnya.

Berdasarkan fakta tersebut, lanjut dia, Universitas Prasetya Mulya berpendapat bahwa seharusnya pemerintah melakukan beragam bentuk Inovasi dalam bidang pertanian, diantaranya melaksanakan revolusi hijau. “Dalam pelaksanaannya diperlukan peran serta pemerintah, lembaga terkait, tenaga ahli bidang ilmu pertanian hingga perguruan tinggi,” tutupnya. (IB)

Foto: Indra

TINGGALKAN KOMENTAR