11 orang terdampar di perairan Taman Nasional Komodo, diselamatkan

11 orang terdampar di perairan Taman Nasional Komodo, diselamatkan

Kupang, Nusa Tenggara Timur (ANTARA) – Sebelas wisatawan lokal berhasil diselamatkan setelah kapal motor mereka hanyut di perairan Pulau Seraya Besar, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Senin.

Tim gabungan penjaga ditemukan MV Asri II terapung di perairan pulau itu sekitar pukul 16.00 waktu setempat, kata Kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Kantor Maumere, Lalu Wahyu Effendi.

Kapal yang hendak menuju Pulau Sabolo dengan 11 turis dan dua awak kapal itu mengalami masalah setelah rodanya pecah karena ombak besar, katanya.

Tak lama setelah kapal, tim penyelamat mengevakuasi 11 wisatawan ke Labuan Bajo menggunakan perahu penyelamat, tambah Effendi.

Nakhoda kapal dan rekan kerjanya tidak ikut evakuasi. Sebaliknya, mereka tetap berada di kapal untuk memperbaiki setir yang rusak, katanya.

Indonesia masih rentan terhadap kecelakaan laut. Pada Agustus 2020, misalnya, 10 nelayan tradisional berhasil diselamatkan setelah longboat mereka terbakar saat sedang menyelam mencari ikan di perairan Kapota, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Berita Terkait: Orang-orang perahu dari Sri Lanka yang terombang-ambing di Mentawai diselamatkan

Kecelakaan terjadi sekitar 14 mil laut dari posko Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) Wakatobi.

Pada 12 Juli 2020, nakhoda speedboat bernama Asek hilang setelah kapalnya bertabrakan dengan kapal lain di Sungai Kubu, Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.

Tim penyelamat setempat menemukan jasad nakhoda berusia 40 tahun itu sekitar 5,4 kilometer dari lokasi kecelakaan, menurut Kepala Badan SAR Pontianak, Yopi Haryadi.

Pada tanggal 5 Juli 2020, lima penumpang Kapal Motor Kasih 25 hilang setelah kapal terbalik di perairan Fukuafu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pada bulan Juni 2020, sebuah kapal tunda, MultiSahabat 8, terbalik di perairan Batu Ampar, lepas pantai Pulau Batam, provinsi Kepulauan Riau. Meski empat awak kapal tunda selamat, nakhodanya hilang.

READ  Masyarakat tidak perlu khawatir, mutasi Covid-19 tidak menghentikan pengembangan vaksin

Dalam kecelakaan lain di provinsi Sumatera Barat, tiga nelayan hilang setelah perahu nelayan mereka tenggelam di dekat Pulau Gosong Gadang di Padang.

Pada tanggal 18 Juni 2018, beberapa penumpang yang melakukan perjalanan MV Sinar Bangun kehilangan nyawa setelah kapal terbalik di Danau Toba, Sumatera Utara. Dari 202 penumpang yang dilaporkan bepergian dengan kapal pada saat itu, hanya 21 orang yang selamat, 3 orang meninggal, dan 164 orang hilang.

Tragedi perahu terjadi di saat pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya mempromosikan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas ‘Beyond Bali’.

Berita Terkait: Nelayan Aceh yang terombang-ambing di Thailand pulang kampung setelah karantina

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor