Alquran Dari Lempeng Baja dan Pelepah Pisang di Bogor

mediabogor.com, Bogor – Di Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Kabupaten Bogor, terdapat Alquran yang terbuat dari lempengan baja stainless. Alquran tersebut disebut sebut sebagai Alquran terberat di dunia.

Alquran berukuran besar yang dijejerkan sebanyak 15 stand itu, berukuran panjang dan lebar 100×140 cm. Keseluruhannya berjumlah 306 lembar lempengan baja di mana satu lembarnya memiliki berat sampai 4 kg. Jika di total Alquran itu seberat 1,2 ton.

Menurut staf Humas Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Syaiffudin, Alquran tersebut digagas oleh sembilan ulama Indonesia, salah satunya pendiri pesantren ini, yaitu Habib Saggaf bin Mahdi. Untuk membuat Alquran sebesar itu, Habib Saggaf bin Mahdi menghabiskan waktu 5 tahun karena Alquran itu, ditulis dengan tangan pada kertas cetakan dan dicetak menggunakan cat yang berkualitas tinggi, sehingga huruf Alquran tahan hingga ratusan tahun.

“Selama 5 tahun membuat Alquran ini, Habib Saggaf selalu dalam keadaan suci dan berpuasa. Jadi, tidak sembarangan. Setelah selesai, Alquran tersebut dibawa ke Pondok Pesantren Al-Ashriyyah tahun 1990 dan bertahan hingga saat ini,” jelasnya.

Di samping Alquran dari baja, sambung Syaiffudin, di pesantren ini, juga terdapat Alquran besar berukuran 3×1,5 meter dari pelepah pisang kiriman dari kelompok muslim Moro-Filipina. Alquran itu, datang tahun 2009. Menurut Habib Saggaf, Alquran ini, ditulis oleh anak dari Sunan Bonang. Untuk mencegah terjadi kerusakan Alquran tersebut disimpan dalam kotak kaca.

Syaifuddin menuturkan, selain menyimpan Alquran terberat dan terbesar, pondok pesantren ini, juga menyimpan Alquran dengan ukiran yang terbuat dari kayu jati karya seniman Jepara. Banyaknya Alquran yang unik membuat sejumlah orang dan para pengusaha tertarik untuk memiliki Alquran itu untuk dikoleksi.

“Alquran ini, merupakan kebanggaan bagi kami sekaligus memotivasi para santri untuk membaca, menjaga, melestarikan dan mengamalkan Alquran,” ucapnya. (*/dy)