Analis merekomendasikan laba bersih Bukit Asam (PTBA) turun 44%

Klarifikasi. Tambang batubara Pet Phuket Assam (PTBA) di Tanjung Enem,

Reporter: Ahmed Srihadi | editor: Anna Susi Peruitasari

KONTAN.CO.ID – Jakarta. Kinerja oleh PT Pocket Issam Tabak (PTBAHingga kuartal ketiga tahun 2020, mengecewakan. Mengingat, dalam sembilan bulan pertama tahun ini, laba bersih perusahaan pelat merah itu turun 44 persen menjadi 1,7 triliun rupee.

Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan koreksi laba bersih PTBA. Hingga September 2020, PTBA Perseroan membukukan laba bersih Rp 12,8 triliun, turun 20,94% dari realisasi laba bersih pada periode yang sama 2019 sebesar Rp 16,25 triliun.

Pendapatannya adalah, kata kepala penelitian Krisna Sekuritas, Roberos Hardy PTBA Pada kuartal ketiga, juga turun 1,4% secara triwulanan, dari 3,89 triliun rupee pada triwulan kedua menjadi 3,84 triliun rupee.

Namun, beban umum dan administrasi yang jauh lebih rendah telah berhasil meningkatkan marjin laba usaha Phuket Assam dalam periode Juli hingga September 2020. PTBA Pada kuartal ketiga meningkat 14% menjadi 439 miliar rupee dari sebelumnya 386 miliar rupee pada kuartal kedua tahun 2020.

Baca juga: Pengaruh gasifikasi batubara terhadap kinerja Phuket Assam (PTBA) di masa mendatang

Penurunan pendapatan PTBA yang mencapai 21% year on year disebabkan volume penjualan perseroan juga turun 10% menjadi 18,6 juta ton, kata Roberts. Selain itu, harga jual rata-rata atau Harga jual rata-rata (ASP) juga turun 12% year-on-year menjadi Rs 680.000 per ton dari sebelumnya Rs 776.000 per ton.

“Realisasi pendapatan dan laba bersih lebih rendah dari perkiraan kami sebelumnya, hanya 70% dan 64% dari rasio lancar,” kata Roberts, Senin (9/11).

Mengingat investigasi PTBA, anggota indeks Kompas 100 Hari ini, dalam sembilan bulan pertama tahun 2020, Kresna Sekuritas merevisi proyeksi laba bersih PTBA menjadi 2,19 triliun rupee pada akhir tahun 2020. Sebelumnya, Kresna Sekuritas memperkirakan laba bersih emiten batu bara tersebut bisa mencapai 2,72 triliun rupee.

READ  Dua motor Honda terlaris

Namun, mengingat manajemen PTBA mengajukan potensi dividen yield sebesar 75%, Robertus menilai saham PTBA saat ini diperdagangkan dengan valuasi yang menarik, yakni 7,4% dari potensi dividend yield.

Selain itu, dengan posisinya yang strategis sebagai distributor utama batu bara untuk Perusahaan Listrik Negara (PLN), pengaturan yang memastikan stabilnya permintaan dalam negeri, Kresna Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli saham PTBA dengan target harga Rp 2.450, lebih tinggi dari target harga sebelumnya. Ini adalah Rs 2.275.

Baca juga: Q3 – 2020, Bukit Asam (PTBA) berhasil meraih modal sebesar Rs 700 miliar

Namun, ada sejumlah risiko berinvestasi di saham PTBA, termasuk ASP yang turun di bawah Rp 670.000 – Rp 700.000 per ton tahun ini. Belum lagi volume produksi dan penjualan di bawah target 24,9 juta ton untuk volume produksi dan 25,1 juta ton untuk penjualan. Selain itu, ada rasio pembayaran dividen kurang dari 75%.

Donasi, Dapatkan Kupon Gratis!

Dukungan Anda akan meningkatkan semangat kami untuk menyediakan artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai tanda terima kasih atas perhatiannya, ada kupon gratis senilai donasi yang bisa digunakan untuk berbelanja Toko bahagia.



Written By
More from Hamal Hamid

Mengajukan gugatan oleh QNB, Irwin Aksa: Ini tidak ada hubungannya dengan suara

Klarifikasi. Irwin Aksa. QNB telah mengajukan gugatan terhadap beberapa anggota keluarga Aksa...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *