Apa selanjutnya setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Singapura? – akademisi

Apa selanjutnya setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Singapura?  – akademisi

Aristyo Rizka Darmawan (The Jakarta Post)

PREMIUM

Jakarta ●
Jumat, 16 Desember 2022

Setelah 15 tahun negosiasi dan penolakan yang alot, pada tanggal 11 Desember. 6 DPR RI akhirnya meratifikasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Singapura. DCA adalah bagian dari “paket kesepakatan” antara Indonesia dan Singapura, yang juga terdiri dari dua perjanjian strategis lainnya: Penataan Wilayah Informasi Penerbangan dan perjanjian ekstradisi.

DCA telah menjadi masalah yang tertunda antara kedua negara. Ratifikasi DPR menandai berakhirnya kontroversi panjang, yang membuat DPR menolak perjanjian pada tahun 2007 karena kekhawatiran akan pelanggaran kedaulatan Indonesia.

Yang lebih penting sekarang adalah bagaimana memastikan implementasi DCA menguntungkan kedua belah pihak.

untuk Membaca Cerita Lengkap

BERLANGGANAN SEKARANG

Mulai dari Rp 55.500/bulan

  • Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
  • surat kabar digital harian e-Post
  • Tidak ada iklan, tidak ada interupsi
  • Akses istimewa ke acara dan program kami
  • Berlangganan buletin kami


Berita Terkait

Anda mungkin juga menyukai:

Tingkat residivisme yang tinggi mengancam strategi kontraterorisme

Akhir dari dikte UE

Kesiapan masa depan: Mengapa kesuksesan bisnis kecil penting

READ  Villa Kayangan 'Royal villa' dari Villa Borobudur Resort – Indonesia Expat

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor