Aturan Tes Cepat Wajib untuk Perjalanan Masih Berlaku di Sejumlah Bandara

Bisnis.com, JAKARTA – Padahal tidak ada kewajiban tes cepat untuk perjalanan dengan peraturan terbaru dalam Pedoman Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19), namun, sejumlah bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api masih memerlukan laporan hasil tes negatif atau non-reaktif Covid-19.

Kepala Departemen Epidemiologi FKM UI Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan Kementerian Perhubungan masih memegang kewenangan penuh terkait regulasi perjalanan di bandara, pelabuhan, dan stasiun.

“Terakhir kali saya naik pesawat, masih ada dan aturannya masih berlaku [wajib tes negatif atau non-reaktif Covid-19], ”Ujarnya, Selasa (8/9/2020).

Ia menjelaskan, perjalanan itu berdasarkan SK Kementerian Perhubungan dan SK Kementerian Kesehatan tidak berlaku.

“Jadi meski Kemenkes tidak menyebutkan soal wajib tes, tapi kalau Kemenhub memintanya harus disediakan. Ini justru menunjukkan tidak ada keselarasan antar sektor,” jelasnya.

Tri Yunis mengatakan, bandara di Padang masih meminta wajib tes usap, sedangkan di beberapa daerah lain masih meminta dokumen kesehatan dan hasil tes cepat atau usap, seperti di Bandara Balikpapan dan Bali.

“Jadi kalau di bandara kita masih minta rapid test dan swab itu masih betul. Jadi dari pada tidak ada tesnya, lebih baik ada yang bisa jadi referensi untuk deteksi pada hari kelima sampai 10 hari lumayan lah guys. juga hati-hati saat travelling. Agar orang tidak sembarangan kemana-mana apalagi yang punya OTG tidak suka kemana-mana, ”terangnya.

Ahli epidemiologi UI Pandu Riono menjelaskan bahwa dia memang menentang kewajiban tes cepat mengingat tingkat akurasinya yang rendah dan tidak secara spesifik mendeteksi Covid-19.

“Untuk perjalanan yang bagus harus dilakukan swab test, tidak dilepas sama sekali,” ujarnya.

Konten Premium Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik disini untuk lebih jelasnya.

READ  Membalik Situasi, Pertamina Untung Rp. 6 T dalam 1 Bulan

Written By
More from Masud Madani

Paruh 2020, Alam Sutera Rekor Marketing Sales Rp 1,4 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Alam Sutera Realty Tbk telah memesan pemasaran penjualan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *