Australia mengakhiri kesepakatan perumahan migran dengan Papua Nugini

Australia mengakhiri kesepakatan perumahan migran dengan Papua Nugini

Australia mengakhiri kesepakatan dengan Papua Nugini untuk menampung para pencari suaka, meninggalkan puluhan orang yang menghabiskan bertahun-tahun di negara Pasifik Selatan itu dengan pilihan untuk pemukiman kembali ke Amerika Serikat atau pulau kecil Nauru.

Australia telah membayar Papua Nugini dan Nauru sejak 2013 untuk menampung ribuan pencari suaka yang mencoba mencapai pantai Australia dengan perahu.

Janji Australia bahwa para migran yang tiba dengan kapal tidak akan pernah diizinkan untuk tinggal telah mengakhiri penyelundupan manusia dari pelabuhan-pelabuhan Asia Tenggara.

Australia dan tetangga terdekatnya, Papua Nugini, mengumumkan pada hari Rabu bahwa kesepakatan pencari suaka akan berakhir pada 31 Desember.

Menteri Dalam Negeri Karen Andrews mengatakan pencari suaka yang tidak ingin menetap di Papua Nugini dapat pindah ke Nauru atau mengajukan permohonan pemukiman kembali di Amerika Serikat. Perjanjian Nauru akan berlanjut tanpa batas waktu.

Australia mencapai kesepakatan pada hari-hari terakhir pemerintahan Presiden Barack Obama bagi Amerika Serikat untuk memukimkan kembali 1.250 migran yang ditolak Australia karena mereka datang dengan kapal.

Mantan Presiden Donald Trump dengan enggan menghormati kesepakatan untuk memukimkan kembali imigran dengan populasi mayoritas Muslim.

Andrews mengatakan 250 tempat masih tersedia di AS. Tetapi mereka yang meninggalkan Papua Nugini dan Nauru ke Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir mengeluh bahwa mereka menerima lebih sedikit dukungan pemerintah daripada yang mereka harapkan di Australia.

“Masih ada 250 tempat lagi. Ada sejumlah orang yang telah menunjukkan minat. “Kami sedang mengerjakan proses ini dengan Amerika Serikat,” kata Andrews kepada Radio Brisbane 4BC.

“Ini adalah solusi jangka panjang permanen bagi orang-orang yang tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk menetap di sini di Australia. Jadi ini adalah pilihan yang baik bagi mereka.”

READ  Skor Diogo Jota, Liverpool Bunuh Arsenal 3-1: Sepak Bola

Papua Nugini untuk pria lajang dan Nauru untuk pencari suaka lainnya.

Pemerintah Australia mengatakan Papua Nugini sekarang menerima 124 pencari suaka dan 107 orang Nauru. Hanya 88 pencari suaka di Papua Nugini yang diakui sebagai pengungsi, yang berarti mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menghindari perang, penganiayaan atau bencana alam.

(Cerita ini belum diedit oleh staf Devdiscourse dan dibuat secara otomatis dari feed bersama.)

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor