Bagaimana tahapan pembuatan vaksin Covid-19?

Jakarta, KOMPAS.com Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dari Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil memaparkan sejumlah tahapan dalam persiapannya Vaksin covid-19. Tahap pertama dimulai dengan pencarian antigen.

“Antigen akan menjadi vaksinnya. Kedua, itu akan menjadi.” Vaksin Kusnandi mengatakan dalam orasi online di Forum Merdeka Barat, Selasa (10/11/2020), dirinya diuji terlebih dahulu baik secara fisik maupun kimiawi, apakah stabil atau tidak.

Baca juga: Uji klinis terhadap semua relawan vaksin Covid-19 Sinovac setelah injeksi, hanya sebuah observasi

Tahap ketiga, jika antigen stabil setelah diuji stabil secara fisik dan kimiawi, maka vaksin akan diujikan pada hewan. Menurut Cosandi, percobaan biasanya dilakukan pada tikus dan monyet.

“Dalam kedua kasus, vaksin akan disuntikkan. Suntikan ini bukan suntikan biasa Secara intravena. Ini terlihat dari pengaruhnya terhadap organ tubuh seperti paru-paru, otak, usus, dan lain-lain, ”kata Cosandi.

Baca juga: Popoli Center: 40% responden tidak ingin menggunakan vaksin COVID-19

Tahap IV, Jika uji coba menunjukkan efek yang baik, uji klinis Tahap 1 pada manusia dilakukan. Satu uji klinis pada manusia dilakukan pada sekitar 80 hingga 100 orang.

Itu dilihat dari segi keamanannya, apalagi tahap pertama sudah bisa dilihat juga ImunomodulatorKata Kusnandi.

Tahap kelima, yaitu tahap kedua dari uji klinis vaksin, untuk mengetahui kapasitas dan dosis imun. Ujian pada tahap ini biasanya melibatkan ratusan orang.

Baca juga: TNI AD berencana membangun laboratorium vaksin di Pulau Galang

Fase VI, yang merupakan fase ketiga dari uji klinis vaksin yang melibatkan ribuan orang. Pada tahap ketiga ini, pengujian telah dilakukan di sejumlah tempat.

“Lihat apakah hasilnya mirip atau tidak. Misalnya uji klinis di Indonesia dengan Brazil, Uni Emirat Arab, Turki dan India,” ujar guru besar di Universitas Kedokteran Padjajaran itu.

READ  Harganya Rp 800 Ribu, Nokia C1 Dengan Google Assistant Bisa Menyimpan 3000 Lagu, Ini Spesifikasinya

“Organisasi Kesehatan Dunia nanti akan melihat apakah hasilnya serupa atau tidak. Nanti, WHO akan memberikan cara agar vaksin ini bisa digunakan di seluruh dunia,” kata Cosandi.

Sementara di Indonesia, evaluasi hasil uji vaksin sedang dilakukan oleh BPOM. BPOM juga akan memberikan surat pemberitahuan kepada Organisasi Kesehatan Dunia.

More from Mahammed Shehata

Asteroid 2020 ST1 dekat dengan Bumi, dan sayangnya, lima kali pingsan dari Pluto

KOMPAS.com Hari ini Sabtu (14/11/2020), satu hari asteroid Dia akan kembali menyeberang...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *