Bakso Pa’de Jangkung, Legenda Bakso Dari 1969 Hingga Sekarang

mediabogor.com, Bogor – Siapa sih yang tidak kenal sama Bakso Pa’de Jangkung. Bakso legendaris ini, sangat disukai banyak orang karena sejak tahun 1969 cita rasanya tidak berubah hingga saat ini. Bakso terenak ini, mempunyai beberapa cabang di Kota Bogor yang semuanya dipadati oleh banyak pengunjung, yakni di Jalan Pahlawan, Bondongan, Pasar Ah Poong Area C Sentul, dan di Jalan Sancang No.7, Bogor Tengah. Warung Bakso Pa’de Jangkung buka setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB. Kecuali hari Jumat buka mulai pukul 13.00-22.00 WIB.

Rusty, selaku partner bisnis sekaligus owner Bakso Pa’de Jangkung, menuturkan, yang menjadi unggulan dari Bakso Pa’de Jangkung ini adalah rasanya. Bakso ini telah dijajakan pa’de selama 50 tahun mulai dari Jakarta, Bandung dan Bogor, dengan tetap mempertahankan kualitas rasa serta penggunaan bahan baku pilihan tanpa memakai bahan pengawet. Rencananya dalam waktu dekat ia akan membuka cabang di wilayah Tajur, Kota Bogor dan di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Untuk harga satu porsinya, sangat bersahabat yakni seharga Rp 19 ribu hingga Rp.21.000 saja. Jika takut tidak habis bisa memesan setengah porsi dengan harga Rp 14 ribu. Tidak hanya bakso urat dan bakso biasa, di sini juga tersedia mie Yamin bakso. Nasi putih juga ada, karena di Bakso Pa’de Jangkung juga menyajikan Soto Jangkung dengan aneka krupuk yang jadi incaran konsumen. Selain itu, ada beberapa tambahan menu seperti aneka snack, nugget dan sosis ala caffe hingga es campur ala Pa’de Jangkung yang akan di luncurkan dalam waktu dekat ini.

Rusty menjelaskan, di warung Jalan Sancang ini, memiliki dua lantai dengan kapasitas kurang lebih 100 pengunjung. Selain itu, juga ada fasilitas WiFi dengan kecepatan 300 MBps, arena bermain (game center) dan dinding bermural yang instagramable untuk foto. Warung ini, juga bisa digunakan untuk acara meeting, ulang tahun, reunian, dan juga nonton bareng (nobar).

“Biasanya warung ini ramai setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Yang datang tidak hanya pelajar, pekerja, dan masyarakat dari Bogor saja tapi juga dari luar Bogor, seperti rombongan komunitas, instansi, organisasi hingga sejumlah artis juga sering makan di tempat ini, salah satunya artis yang menjadi langganan kita itu Nabila Syakieb,” ungkapnya saat ditemui di warung pusat Bakso Pa’de Jangkung di Jalan Sancang No.7, Kamis (5/9/19).

Ia membeberkan, yang menjadi keunggulan bakso di sini, adalah sajian paru kering dan tahu gorengnya yang renyah. Tidak semua penjual bakso melengkapi sajiannya dengan paru goreng. Untuk bakso yang disajikan juga tidak berlemak. Selain itu, kuah kaldunya yang dibubuhi irisan jeruk nipis ditambah tahu pong dan paru kering yang kriuk kres ketika menyeruputnya akan mendapatkan rasa kuah yang gurih lagi menyegarkan. Kemudian tekstur baksonya cukup padat namun tetap empuk karena dibuat memakai daging sapi kualitas premium. Bakso ini pun di klaim sebagai bakso sehat yang bebas dari lemak jahat. Konsistensi ke orisinilan rasa Bakso Pa’de Jangkung ini memang juaranya, karena legenda rasanya tetap sama.

Masih kata Rusty, Bakso Pa’de Jangkung memiliki pelanggan yang loyal. Sebelumnya, pa’de berjualan dengan membuka tenda terpal di pinggir jalan. Sempat juga menggunakan gerobak pikul berkeliling sekitar tempatnya tinggal di Kampung Tegal Manggah hingga daerah Bogor Baru.

“Saya pertahankan keberadaan bakso pa’de ini dengan mengubah kesan dari pinggiran menjadi eksklusif dan lebih cozy. Konsepnya warung bakso dengan tampilan kafe tapi harga tetap kaki lima. Di samping itu, Saya selalu menjaga kualitas, kebersihan dan kepuasan pelanggan. Kebanyakan para pelanggan loyal kami itu, turun menurun seperti dari orang tuanya yang awalnya berlangganan hingga turun ke anaknya dan rekomendasi dari mulut ke mulut,” kata Rusty. (*/Nick)