Mediabogor.com, Bogor – Muhamad Waqi Al Razabi, bayi mungil yang masih berusia 16 bulan ini, harus menahan rasa perih dan gatal di sekujur tubuhnya. Bayi laki – laki pasangan Samsudin dan Eti ini, seluruh anggota tubuhnya dipenuhi luka, mulai dari tangan, kaki, perut bahkan kulit kepalanya.

Menurut Samsudin, anak ketiganya itu mengalami sakit kelanian genetik sejak usia tujuh bulan.

“Awalnya gatal-gatal terus seperti melepuh, lama-lama menyebar ke anggota tubuh lainnya,” sampainya belum lama ini

Walaupun sekujur tubuhnya merasakan perih, namun Muhamad Waqi Al Razabi masih bisa tersenyum dan tertawa saat diajak bercanda, dan tempak sesekali ia merengut karena rasa gatal dan perih di kulitnya itu.

Beruntung, Waqi kini sudah mendapat perawatan di ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Kota Bogor.

Ia juga sudah mendapat penanganan intensif dengan menggunakan BPJS.

“Iya Alhamdulillah, ruangan dan obat dari BPJS,” ujar warga Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor itu.

Namun meski biaya rumah sakit sudah ditanggung BPJS, sang ibunda masih harus menjaga agar luka anaknya tidak tergesek sarung bantal.

“Harusnya pakai sarung bantal yang lembut supaya tidak terluka, pakai sarung tangan juga harusnya sih,” ujar Eti berbisik.

Rupanya, karena kondisi ekonomi yang sulit, ia belum bisa membelikan sarung bantal dan selimut yang lembut untuk buah hatinya.

“Kalau sarung tangan masih bisa beli, tapi kalau sarung bantal sama selimut yang lembut belum sanggup beli yang baru, jadi pakai yang seadanya aja,” kata dia.

Sesekali tubuh Waqi pun bergetar dan tangannya pun ikut bergetar saat dirinya merasakan perih di bagian tubuhnya.

Tidak jarang ia pun menggaruk luka yang ada di lengannya. Namun sang ibunda dengan sabar memberitahukan Waqi agar tidak melakukan hal tersebut.

Di usianya yang 16 bulan Waqi yang seharusnya sudah bisa berjalan atau merangkak. Namun ia hanya bisa berbaring sambil menahan rasa gatal dan perih.

“Seharusnya Waqi sudah bisa merangkat atau berjalan, tapi untuk saat ini saya hanya ingin Waqi sembuh,” ujar sang ibunda sambil mengelus dan menciumi kepala anaknya. (RF)