Bayi 3 Bulan Digeletak di Warung Bubur, Si Orangtua Tulis Pesan Untuk Yang Merawatnya

mediabogor.com, Bogor – Seorang bayi laki-laki ditemukan tergeletak di sebuah warung bubur di daerah Lawanggintung RT 02/05, Kota Bogor, pada Minggu (8/9/19) pagi tadi sekira pukul 03.45 WIB. Dari surat yang ditinggalkan, bayi tersebut dititipkan karena sang orang tua tuna rungu, tidak memiliki uang, pekerjaan, dan keluarga.

Ketua RW 05 Lawanggintung, Sutisna mengatakan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh pengendara mobil pick up yang membawa alat-alat pernikahan. Saat melintas di Jalan Lawanggintung, pengendara itu, berhenti karena mendengar suara tangis bayi. Kaget ada bayi tergeletak tanpa orang tua, pengendara itu, memanggil pemilik warung yang kebetulan sedang mempersiapkan dagangannya. Selanjutnya pemilik warung membawa bayi malang itu ke rumah RT 02 untuk diurus dan dilaporkan ke ketua RW 05 dan polisi setempat.

Dijelaskannya, tidak ada warga yang melihat saat bayi itu ditinggalkan di warung. Kondisi bayi masih hidup dan secara fisik sehat. Jenis kelaminnya laki-laki dan baru berusia tiga bulan. Bayi itu, ditemukan tergeletak di kolong meja warung bubur dalam keadaan dibungkus rapi kain sarung gendongan bayi warna cokelat dan memakai topi kupluk ditambah boneka kecil di sampingnya. Pada kain si bayi terselip surat dari orang yang meninggalkan bayi tersebut. Dalam surat itu, tertulis lahir 7 Juni 2019.

“Kita sudah berkoordinasi dengan puskesmas Lawanggintung, untuk diperiksa kesehatannya. Setelah dilakukan penimbangan bayi tersebut memiliki berat hanya 2,5 kg. Jika dilihat dari berat badan dan usia seperti tertulis dalam surat, bayi tersebut lahir prematur,” tuturnya.

Masih kata RW, dari surat yang ditinggalkan, bayi laki-laki itu diduga sengaja dibuang orang tuanya. Karena dalam surat tertulis “kumohon jangan laporan polisi. Saya jadi takut dan tangkap polisi saya tuna rungu. kami mohon ibu/bapak titip anaknya. Istri dan suami tidak punya uang dan kerja. Gak punya keluarga. Kami mohon ibu/bapak. Terima kasih malam”.

Ia melanjutkan, sudah ada warga yang siap merawat dan mengadopsi anak itu. Alasannya dia pengen banget punya bayi karena sudah tiga tahun menikah tapi belum punya anak. Namun ia tidak mau nama dan tempat tinggalnya di publikasikan.

“Sekarang bayinya sudah ada yang merawat. Saya menyerahkan bayi tersebut kepada warga yang berminat merawatnya dengan dibuatkan surat serah terima yang dibubuhi materai secukupnya agar diketahui pihak kepolisian dan menjadi bukti penemuan,” bebernya. (*/d)