Belajar Sabar dari Sosok Abu Bakar

mediabogor.com, Bogor – Setiap orang pasti pernah di rundung masalah. Ketika masalah itu menerpa jangan sampai berputus asa. Seorang muslim harus terus berdoa kepada Allah swt dan meningkatkan kesabaran atas qadha dari-Ny sembari menunggu jawaban terbaik dari-Nya Tanpa melupakan ikhtiar yang terus dijalani. Sesungguhya Allah SWT ggssf kepada setiap muslim untuk sabar dan menjaga sholat ketika meminta pertolongan kepada-Nya. “Hai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ” (QS. Al-Baqarah: 153).

Beberapa watu lalu, belum lama ini. Seorang ulama besar yang sedang diuji dalam kesabaran yang tinggi menjadi sorotan kembali media masa nasional. Sehingga kesabaran Beliau, begitu terasa dan diikuti oleh umat Islam yang mencintai beliau karena Allah swt. Sekaligus mengingatkan kita semua untuk selalu bersabar. Apalagi, ujian yang dialami kita tidak sebesar ujian beliau dibalik jeruji besi sana.

Beliau adalah Utsaadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB), tahanan terorisme 8 tahun lalu divonis 15 tahun penjara oleh pengadilan tepatnya pada tahun 2011. Sampai hari ini, Beliau tidak mengakui tudingan atas dakwaanya tersebut. Beliau pasrah dan sabar atas putusan tersebut. Beliau seorang ulama masa kini yang dikenal tegas dan gencar mendakwahkan Islam kaffah semasa hidupnya. Nasehat dan tausiyahnya selalu membakar jamaahnya untuk semangat dalam melakukan kebajikan, dan melawan kekufuran. Namun, kegigihan beliau berdakwah seolah terpadamkan oleh isu War on Terorism (WoT), yang merundung dunia Islam diberbagai belahan dunia Islam.

Hingga pada, 18 Januari 2019 umat gembira mendengar kabar dibebaskannya Ustaadz Abu Bakar Ba’asyr oleh pemerintah. Atas desakan publik agar kasus terorisme memperhatikan HAM. Dan atas dasar kemanusiaan, karena usia beliau yang sudah lanjut 81 tahun dan sering sakit-sakitan. Publik tentu gembira melihat wajah beliau dengan senyuman khasnya didampingi Kuasa hukum paslon presiden nomor wahid Yusril. Walau wajahnya bertambah renta, namun tetap mencerminkan kesabaran yang penuh dalam jiwanya.

Namun, hanya berselang tiga hari 21 Januari 2019 keputusan tersebut ditarik kembali oleh Menkopolhukam Wiranto. Publik pun kembali dibuat kecewa. Pesantern Ngruki Solo, yang sudah membuat persiapan untuk menyambut kedatangan pimpinannya tentu lebih kecewa lagi. Apalagi keluarga, bahkan ustaadz Abu Bakar Ba’asyr sendiri.

Pembatalan bebasnya ABB terduga kuat karena desakan dari luar. WoT telah mengahtuai sejumlah negeri muslim termasuk Indonesia. Desakan dunia barat untuk tidak membebaskan tahanan terorisme menjadi tekanan yang deras. Hal itu diungkap oleh Yusril saat diwawancarai wartawan penyebab pembatalan pembebasan ABB.

Sebenarnya tekanan agar tidak dibebaskannya ABB tidak hanya dari dalam negeri, oleh mereka yang tidak setuju, tapi tekanan politik dari luar negeri juga luar biasa. Yusril sendiri Mengakui ditelpon oleh Reuters, Sydney Morning Herald dari Australia, CNN-nya inggris, dan kantor berita AFP prancis. Yusril mengungkapkan lagi dengan kaapsitasnya sekarang beliau berani menjawab bahwa Indonesia adalah negara berdaulat dan tidak takut dengan tekanan asing. Masalah ABB adalah murni masalah domestik indonesia, walaupun ABB dicap sebagai teroris oleh dunia international. Ungkapan serupa pun keluar cawapres Ma’ruf Amin. Tetapi Keputusan tetap ada ditangan presiden.

Kini, ABB masih dijeruji besi. Alasan beliau yang tidak mau menandatangani surat pernyataan kesetiaan kepada pancasila menjadi perseteruan. Walaupun Yusril sudah membela bahwa, patuh pada pancasila adalah begian dari konsekuensi seorang muslim yang beriman. Lagi-lagi kesabaran beliau selama ini terungkap saat pengacaranya Mahendradata berbincang dengan beliau, “Semua ini Ketentuan Allah. Kalau saya bebas ketentuan Allah, Kalau saya nggak jadi bebas juga ketentuan Allah. Dan saya terima dengan sabar”.

Begitulah kesabaran ABB, mudah-mudahan tidak akan pudar sampai kapan pun. Dalam sorot wajahnya yang semakin layu tetapi tersimpan kesabaran yang semakin kuat. Saat banyak orang yang semakin sepuh semakin haus dengan kekuasaan dan dunia yang fana ini. Tetapi beliau menjadi teladan kita semua untuk terus semakin mendekat kepada Allah swt sampai ajal menjemput.

Pelajaran berharga untuk kita semua, agar terus bersabar atas segala ujian yang menimpa. Teruslah bersabar, memohon yang terbaik pada-Nya. Hal in mengingatkan pada suatu kisah, Rasulullah SAW dan para sahabatnya didatangi oleh Iblis. Rasulullah diberikan kebebasan untuk bertanya. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh Rasulullah kepada Iblis. ”Siapa orang yang paling engkau benci?” Iblis menjawab. “Orang fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menceritakan kefakirannya kepada siapa pun. juga tidak pernah mengeluh atas penderitaan yang dialaminya.” Lalu, Rasulullah bertanya lagi, “Dari mana engkau tahu kalau ia bersabar?” Kemudian. lblis menjawab. “Bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama tiga hari. Maka Allah tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang bersabar. Sebagaimana Nabi Ya’qub mengadu saat menghadapi kesusahan, Allah SWT berfirman. “Dia [Ya’qub] menjawab: ‘sespngguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku’.“ (QS Yusuf: 86).

Kitapun teringat pada sahabat tercinta Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar ashidiq RA. Sahabat terdekat Nabi itu dikisahakan, pada saat berdua menemani Nabi di gua tsur, saat nyawa menjadi taruhan karena kepungan kafir quraisy didapan mata. Beliau terus bersabar, ditambah waktu itu tersengat gigitan ular yang harus ditahan rasa sakitnya. Karena tidak ingin membuat Nabi terbangun dari tidur yang saat itu lelap dalam pangkuannya.

Allah SWT menjawab kesabaran beliau dalam Alquran “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang ia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu ia berkata kepada sahabatnya; ‘Janganlah kamu berduka cita,sesungguhnya Allah beserta kita“.

Itulah pelajaran berharga dari sosok Abu Bakar sahabat Nabi dulu, dan sosok Abu Bakar kini. Samoga dua sosok itu menginspirasi umat islam agar selalu bersabar saat tujuan hidup belum tergapai. Dengan Bersabar kita akan selalu semangat menggapai cita-cita tertinggi menegakan Dinullah dalam kehidupan bermasyarakat dan negara. Itulah jalan keberkahan hidup yang akan membawa ke surga-Nya.

 

 

Pengirim: Deni Haryani
Guru MI Khoiru Usman
Cimahpar Bogor