mediabogor.com, Bogor – Malangnya nasib Dinda Putri Utami, Siswi SMK Bina Profesi kelas 11 ini harus diusir keluar oleh pihak sekolah, dikarenakan Dinda belum melunasi administrasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama lima bulan.

“Jadi hari ini (2/6/17) itu adik saya sedang melaksakan ujian sekolah untuk kenaikan kelas, seperti biasa pagi – pagi dia pergi ke sekolah. Namun tidak berlangsung lama, tiba – tiba adik saya pulang lagi kondisi nangis. Waktu ditanya oleh ibu saya, katanya tidak boleh ikut ujian, harus diselesaikan dulu Administrasinya (sumbangan pembinaan pendidikan/SPP,red),” sampai Resna Nugraha, kakak Dinda, kepada mediabogor.com, Jumat (2/6/17) sore tadi.

Resna pun menyayangkan sikap dari pihak sekolah, yang mengeluarkan adiknya dan tidak boleh mengikuti ujian sekolah, padahal ujian kali ini untuk menentukan kenaikan kelas.

“Ini kan wajib belajar 12 tahun, saya harapkan sih buat seluruh sekolah jikalau ada siswa – siswinya ada yang kesusahaan tolong diberi keringanan dulu,”harapnya.

Resna pun mengungkapkan, bahwa kondisi keluarganya memang kurang mampu, namun begitu, keluarganya berjanji akan melunasi tunggakan sekolah pada tanggal 5 Juni 2017 mendatang.

“Saya dan bapak saya ga kerja, paling serabutan, ibu saya hanya sebagai ibu rumah tangga,” terangnya.

Sementara itu untuk memastikan hal tersebut, mediabogor.com mencoba mendatangi dan mengkonfirmasi pengusiran pengeluaran terhadap siswi bernama Dinda Putri Utami ke Sekolah bersangkutan. Namun sayang, saat tiba disana, sebagaian guru serta kepala sekolah sedang tidak ada dikantor.

“Besok aja pak, sudah pada pulang semuanya, karena kan sekarang sedang lagi ada ujian,” kata Guru Kewirausahaan Arif Kurnia. (AW)