Mediabogor.com, News – Memang betul adanya, bagi sebagian orang, biaya untuk Ibadah haji tidaklah murah. Meskipun demikian, umat muslim biasanya akan rela menabung untuk mengumpulkan biaya dan agar bisa masuk dalam daftar antrean haji. Namun dengan kuota terbatas setiap tahun, kecukupan materi tak lantas membuat warga negara tertentu langsung bisa berhaji sesuai waktu yang diinginkan.

Proses ibadah haji, mulai ziarah hingga tahap-tahap yang harus dilakukan memerlukan waktu sekitar sebulan baik di Mekah maupun Madinah. Oleh karena itu, biaya yang harus disediakan meliputi penerbangan pulang pergi ke Arab Saudi, biaya penginapan dan transportasi yang biasanya memang diatur dalam paket oleh pemerintah negara tertentu. Totalnya bisa terbilang cukup mahal.

Belum lagi para jemaah harus menyiapkan uang saku. Setiap tahun, jutaan umat muslim bertolak untuk ibadah haji ke Arab Saudi. Lantas berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh setiap warga negara untuk memenuhi biaya ibadah ini dan berapa lama mereka perlu menabung?

Menurut laman stasiun berita Aljazeera, skema rasio tabungan biaya haji dengan gaji rata-rata yang diterima oleh calon jemaah di berbagai negara khususnya di negara berpenduduk mayoritas muslim.

Ada tujuh negara yang menjadi sorotan.

1.Malaysia

Warga Malaysia disebutkan setidaknya harus menabung hingga setengah tahun gaji untuk mencukupi biaya haji. Gaji warga Malaysia rata-rata dalam setahun dilaporkan sekitar US$9100 atau setara dengan hampir Rp120 juta untuk nilai tukar saat ini.

2.Indonesia

Sementara untuk calon jemaah asal Indonesia disebutkan membutuhkan menabung hampir 10 bulan gajinya agar bisa berangkat ke Tanah Suci dengan perkiraan gaji setahun warga Indonesia adalah US$3600 atau setara dengan sekitar Rp47 juta.

3.Mesir

Warga Mesir rata-rata yang ingin menjadi calon jemaah haji harus menabung kira-kira sebesar gaji satu setengah tahun dengan perkiraan gaji per tahun mereka US$3600.

4.Nigeria

Warga Nigeria yang menjadi calon jemaah haji rata-rata harus menabung hingga lebih dua tahun gaji mereka dengan rerata gaji per tahun adalah US $2200 atau setara dengan hampir Rp29 juta.

5.India

Calon jemaah haji asal India juga diperkirakan harus menabung hingga dua tahun dua bulan gaji rata-rata dengan perkiraan jumlah gaji dalam setahun kurang dari US$2000.

6.Pakistan

Calon jemaah haji dari Pakistan diperkirakan harus menabung selama lebih dari setahun dengan rerata gaji setahun juga kurang dari US$2000.

7.Bangladesh

Sementara calon jemaah dari Bangladesh diperkirakan harus menabung bahkan sekitar tiga tahun dua bulan jumlah gajinya untuk bisa menunaikan haji. Disebutkan melalui laporan Bank Dunia bahwa gaji rata-rata orang Bangladesh selama setahun yaitu sekitar US$1500 atau setara dengan Rp19.700.000 saja.

 

 

 

(sumber:viva.co.id)