Bima Minta Laporan Pemetaan Titik-Titik Rawan Di Semua Wilayah Dalam Seminggu

mediabogor.com, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menginstruksikan aparatur wilayah untuk mengidentifikasi titik-titik rawan di wilayahnya dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing. Hal tersebut disampaikan Bima saat gelar rapat koordinasi (rakor) keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Bogor, yang dilangsungkan di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor, Kamis (10/1/19).

Rakor tersebut selain diikuti para pimpinan Muspida dan Muspika Kota Bogor, juga dihadiri pimpinan aparatur wilayah mulai dari RW, RT, lurah, camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala sekolah SMA se-Kota Bogor.

“Saya minta dalam seminggu sudah ada laporan pemetaan titik-titik rawan di semua wilayah. Nanti akan kami tampilkan di ‘command center’ Balai Kota Bogor dan itu saya minta segera diidentifikasikan,” ungkap Bima usai rakor.

Bima juga meminta agar para camat serta lurah untuk memastikan fasilitas publik yang ada di wilayahnya berfungsi dengan baik, mengintensifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) beserta sistem pelaporan.

Untuk memastikan hal itu, Bima berjanji, secara langsung akan turun ke wilayah untuk mengecek keamanan. Selain itu, para lurah diinstruksikan agar lebih mengefektifkan dasawisma karena luar biasa untuk kamtibmas selain sebagai perpanjangan tangan aparat di wilayah. “Dalam waktu tiga bulan saya ingin dasawisma ini naik diatas 70 persen,” ujarnya.

Sementara, Dandim 0606 Kota Bogor Letkol ARM Doddy Suhadiman, merekomendasikan dua masukan kepada wali Kota Bogor. Yang pertama, perlu adanya pemetaan daerah rawan kriminal.

“Kita sudah melakukan pemetaan daerah rawan bencana baik rawan banjir, rawan longsor maupun puting beliung. Mungkin ada baiknya kita petakan daerah rawan kriminal. Saya yakin RT RW bisa kita berdayakan dengan disupport oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan para lurah,” sampainya.

Yang kedua, lanjutnya, perlu adanya pembekalan kemampuan kepada anak-anak untuk menilai keadaan yang sifatnya mendasar. Dan ini perlu peran aktif dari sekolah.

“Kondisi ini, apabila tidak diantisipasi maka kemungkinan akan semakin banyak korban yang menimpa mungkin keluarga kita dan anak-anak kita. Karenanya itu, perlu ada langkah-langkah dan upaya untuk mengantisipasi hal ini,” tandasnya. (Nick)