Bulan Menjadi Berkarat Karena Bumi!

Jakarta

Ilmuwan menemukan fenomena aneh pada Bulan yaitu munculnya karat. Fenomena ini seharusnya tidak mungkin, dan Bumi tampaknya menjadi penyebab karat di Bulan.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances, para peneliti mengambil data dari pengorbit bulan Chandrayaan-1 Organisasi Penelitian Luar Angkasa India. Mereka menemukan bahwa batuan di kutub Bulan memiliki komposisi yang berbeda dari daerah lain.

Setelah melihat lebih dekat, Shuai Li dari Universitas Hawaii yang memimpin penelitian menemukan bahwa komposisinya adalah hematit. Hematite sendiri merupakan salah satu jenis besi oksida (iron oxide) atau yang biasa dikenal dengan karat.

Fenomena ini mengejutkan para ilmuwan karena karat hanya dapat terbentuk jika ada air dan oksigen. Bulan memang memiliki sedikit air, tetapi atmosfernya sama sekali tidak memiliki oksigen, sehingga karat sulit terbentuk di permukaannya.

Li kemudian melaporkan temuannya kepada para ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA untuk memastikannya.

“Awalnya saya benar-benar tidak percaya. Seharusnya tidak ada berdasarkan kondisi yang ada Bulan, “kata ilmuwan JPL Abigail Fraeman, seperti dikutip detikINET dari Cnet, Sabtu (5/9/2020).

“Tapi sejak kami menemukan air di Bulan, orang-orang berspekulasi bahwa mungkin ada lebih banyak variasi mineral daripada yang diharapkan jika air bereaksi dengan bebatuan,” lanjutnya.

Jika fenomena ini seharusnya tidak terjadi, lalu bagaimana karat muncul di permukaan Bulan? Ada beberapa kemungkinan, dan Bumi tampaknya bertanggung jawab.

Teori pertama menjelaskan bahwa partikel debu yang sering menghantam Bulan memicu hamburan air di permukaan. Molekul air kemudian bercampur dengan besi di permukaan.

Air memang ada di Bulan dalam bentuk es, tetapi hanya ditemukan di sisi jauh Bulan dan sangat jauh dari tempat terbentuknya karat.

READ  Catatan Asli Isaac Newton Terbuka untuk Umum, Semua Bisa Baca

Kemudian karena letaknya yang sangat dekat dengan Bumi, maka oksigen yang biasa kita hirup bisa berpindah ke permukaan Bulan. Dengan mengikuti medan magnet Bumi, oksigen dapat melakukan perjalanan hingga jarak 385.000 dari Bumi ke Bulan.

Ini menjelaskan mengapa sisi Bulan yang menghadap Bumi memiliki lebih banyak karat daripada sisi yang tidak menghadap Bumi. Li yakin proses ini telah terjadi di Bulan selama miliaran tahun.

Menonton video “Penampakan Bulan Hitam Akan Muncul Menjelang Tahun Baru Islam
[Gambas:Video 20detik]
(vmp / fay)

Written By
More from Masud Madani

Peneliti Menemukan Tanda-tanda Kehidupan Alien di Venus

TEMPO.CO, Jakarta – Makalah penelitian yang dimuat di jurnal Nature Astronomy baru-baru...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *