Buruh Pemerintah Enggan Pindah ke Ibu Kota Baru, Kata Gubernur Jakarta

Buruh Pemerintah Enggan Pindah ke Ibu Kota Baru, Kata Gubernur Jakarta

TEMPO.CO, Jakarta gubernur jakarta Anies Baswedan pada hari Rabu berbicara tentang jumlah pegawai kementerian pemerintah yang dilaporkan meminta untuk dipindahkan ke pemerintah provinsi Jakarta, karena mereka menghindari pindah ke ibu kota baru Nusantara, Kalimantan Timur.

Menurut Anies, saat ini Pemprov DKI Jakarta memiliki jumlah pegawai yang cukup. Ia menambahkan, pengajuan transfer ke lembaga lain tidak bisa begitu saja karena ada mekanisme dan prosedur tertentu.

“Pasti ada prosedur yang harus diikuti jika aparatur negara ingin dipindahkan ke Jakarta. Namun kebutuhan tenaga kerja kota terpenuhi. Jangan sampai menimbulkan beban di masa depan,” kata Gubernur saat menghadiri acara di Jakarta Timur, pada 2 Maret lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Ketenagakerjaan (BKD) DKI Jakarta Maria Qibtya mengungkapkan terjadi peningkatan permintaan mutasi ke Pemprov DKI, yang semakin terasa setelah pemerintah pusat mengumumkan rencana membawa PNS ke ibu kota baru DKI Jakarta. Nusantara.

Pejabat pemerintah pusat yang meminta pemindahan ke Jakarta juga diakui oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, dalam webinar pada 25 Februari.

Namun, Usman menilai fenomena tersebut tidak bisa dianggap enteng karena keengganan PNS untuk pindah Nusantara dapat mengurangi aset yang tersebar di kementerian negara.

Membaca: PNS Jangan Tolak Pemindahan Ibu Kota Baru: Tjahjo Kumolo

EKA YUDHA SAPUTRA

READ  Bestes Laptop Rucksack 17 Zoll Getestet und qualifiziert

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor