Catat! Inilah Bahaya LGBT jika Menebar di Kota Bogor dan Faktor Pendukungnya

mediabogor.com, Bogor – LGBT sangat berbahaya dalam kehidupan, baik pelaku yang bersangkutan, orang lain, lingkungan dan stabilitas suatu negara. Diantara bahaya tersebut dapat diresumkan sebagai berikut. PERTAMA, Penyakit fisik yang berbahaya bagi yang bersangkutan. Dewi Inong Irana, seorang ahli penyakit kulit dan kelamin mengatakan bahwa bahaya perilaku LGBT tidak hanya HIV/AIDS. Melainkan juga infeksi menular, sarcoma Kaposi, sifilis, gonore, kondiloma, IGNS, akuminata, ulkus mole, hepatitis B dan C, dan lainya (Republika.co.id. 01 Pebruari 2018). KEDUA, ancaman penularan penyakit yang mengerikan terhadap pada pihak lainya baik yang berhubungan langsung atau tidak langsung. Dalam banyak informasi, pengidap HIV/AIDS selalu berusaha menularkan pada orang lain karena rasa frustrasi dan depresi.

KETIGA, Rusaknya kehidupan keluarga dan sosial. Keluarga akan kacau jika terdapat anggotanya menjadi LGBT. Bila terjadi pada suami atau isteri maka bisa menyebabkan ketidakharmonisan atau perceraian. Bila terjadi pada anak maka sebuah kegagalan masa depan termasuk kegagalan hari tua bagi orang tua untuk memiliki menantu dan menimang cucu. Disamping itu juga pelaku LGBT menggangu ketertiban sosial dan dunia professional—karena menjadi horor predator pada anak anak dan orang normal serta meresahkan lingkungan. KEEMPAT, rusaknya generasi jika mereka mengadopsi anak. Sebab anak akan hidup di mileonya sehingga menjadi generasi LGBT. KELIMA, merusak masa depan bangsa dan negara, antara lain karena putus generasi sehingga secara demografis pertumbuhan penduduk semakin negatif.

KEENAM, mengundang adzab Allah Swt baik pada pelaku LGBT yang bersangkutan ataupun juga masyarakat disekitarnya. Hal ini sebagaimana sebuah ayat Al Quran dalam surat Al Hijr ayat 73-75 dimana Allah Swt mengadzab Kaum Sodom, ummatnya Nabi Luth. Ayat tersebut artinya sbb : “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.”

Demikian pula dalam sebuah hadits yang artinya : apabila zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas mereka sendiri (HR. Al hakim, Al Baihaqi dan Ath-Thabrani).

Akar Penyebab LGBT dan Penyimpangan Seksual

Ada sejumlah akar penyebab tumbuh dan berkembangnya LGBT dan perilaku seksual menyimpang lainya. Namun inti sari dari LGBT ini sangat ideologis adalah ketika sebuah negara, masyarakat dan kehidupan keluarga sudah berpaling dari sistem hukum Islam. Jika disimpulkan kurang lebih sebagai berikut. PERTAMA, Kesalahan Negara secara Sistematis. Dalam hal ini negara memang sengaja membiarkan, membolehkan bahkan mendukung dengan alasan HAM, melindungi dengan menfasilitasi dengan Undang Undang legal. Ini semua sebagai perwujudan dari sistem kehidupan selain Islam (baca: Kapitalisme dan Sosialisme). Jika ini yang terjadi maka akan berdampak pada penyebab berikutnya.

KEDUA, Lingkungan Sosial yang Rusak. Hal ini terjadi karena memang ideologi negara memang rusak, sehingga diperbolehkanya acara acara di TV dan mass media lain dalam rubrik konyol LGBT, arus derasnya media sosial (medsos) tentang LGBT, dsb. Semua itu semakin menjadi pembelajaran bagi mereka yang tidak LGBT tumbuh menjadi LGBT, bahkan semakin parah.

Dalam aspek lingkungan sosial ini, perlu ditegaskan bahwa LGBT bukanlah sebuah dampak dari faktor keturunan (genotip, herediter). Dengan tegas, LGBT tumbuh dan berkembang dikarenakan faktor lingkungan. Dalam hal ini, banyak ahli kejiwaan menyatakan demikian. Diantara ahli tersebut adalah Dr. Taruna Ikrar, M.D. M. Pharm., PhD, seorang Senior Specialist and Neurobiology dari University of California, Amerika serikat. Beliau menjelaskan bahwa memang ada beberapa penyakit seperti sexual translation yang disebut Kongenital. Penyakit ini disebabkan kelainan kromosom seksnya yang berubah menjadi XXY, atau bahkan XXXY. Akan tetapi kelainan ini berbeda dengan fenomena LGBT. (Republika.co.id. 20 Pebruari 2016).

Disamping data tersebut, selama kami (baca: Baiturokhim) berpraktek konsultasi Psikologi, dipastikan bahwa seluruh data kasus LGBT pencetusnya karena faktor pembelajaran atau perolehan dari lingkungan.

Akhirnya dapat dicoba untuk disinkronkan antara fakta dan status hikmah hukum LGBT dalam Islam. Bahwa, ketika Islam mengharamkan LGBT dengan ancaman sanksi yang berat sejak dari Ta’zir hingga hukuman mati. Ini menunjukkan bahwa LGBT bukan sebuah “kekejaman kromosom” yang terbawa dalam DNA sejak dalam kandungan. Bukan Salah Ibu Mengandung! Semua itu karena pilihan (tahyir) sebuah amal : Cegah dan Hentikan LGBT atau Lanjutkan ber LGBT! Allah Swt Maha Tahu dalam Menentapkan Hukum Hukumnya!

KETIGA, Pola Asuh Keluarga yang salah dan juga liberal. Dalam hal ini benteng sistem keluarga telah jebol dan runtuh karena arus lingkungan yang juga kacau. Dalam hal ini, kedua orang tua teramat sibuk bekerja sehingga terlena dalam mengasuh anaknya (hadlonatul aulad) akhirnya anak menjadi liar, termangsa oleh predator LGBT. Atau juga karena orang tua broken home hingga anak tumbuh traumatis membenci sosok ayah atau ibu. (Besambung)

 

Oleh : BAITUROKHIM, Psikolog*)