Christian Vieri: Inter Milan membeli halaman Eriksen karena kesalahan

KOMPAS.com – Kata Christian Vieri, mantan striker timnas Italia Inter Milan Mereka melakukan kesalahan dengan membeli Christian Eriksen.

Inter mendatangkan Christian Eriksen dari Tottenham Hotspur ke bursa transfer Januari 2020.

Anna Nerazzurri alias Inter Milan menghabiskan 27 juta euro atau sekitar 466,8 miliar rupee untuk mendatangkan gelandang asal Denmark tersebut.

Diharapkan bisa menambah kreatifitas lini tengah Inter, nyatanya Eriksen jarang terlihat oleh pelatih pertama Nerazzurri, Antonio Conte.

Di paruh kedua musim lalu, Christian Eriksen membuat 17 penampilan untuk Serie A. Liga ItaliaSumbang hanya satu gol.

Baca juga: Usulan Milan sebelumnya untuk Inter: menggantikan Christian Eriksen untuk Granit Chaka

Situasi yang dihadapi Eriksen belum membaik musim ini. Hingga saat ini, pemain berusia 28 tahun itu baru memainkan delapan pertandingan di liga Italia.

Secara total, Eriksen telah memainkan 12 pertandingan kompetitif di Inter Milan musim ini tanpa mencetak atau mencetak gol Tolong.

Nerazzurri juga dikabarkan akan melepas pemain yang juga membela Ajax.

Mengenai situasi ini, Christian Vieri Dia mengatakan Inter telah salah sejak awal dalam membeli Eriksen.

Baca juga: Reuni dengan Pochettino dan Eriksen bisa saja terjadi di Paris Saint-Germain

Menurut Vieri yang pernah berpenampilan sebagai Nerazzurri pada 1999-2005, Christian Eriksen tak cocok dengan taktik Antonio Conte.

“Masalahnya bukan menjualnya (Eriksen) sekarang. Dia tidak cocok dengan taktik Antonio Conte,” kata Vieri. Sepak Bola ItaliaSenin (28/12/2020).

“Kami harus mengatakan bahwa dia (Inter) membuat kesalahan Januari lalu. Seseorang harus mengakuinya dan bertanggung jawab. Itu mudah,” tambah Vieri.

Selain menyinggung soal kepindahan Christian Eriksen, Vieri juga menyinggung soal persaingan untuk menang Scudetto Liga Bab ini.

READ  Burnley menjadi tim terbaru di Liga Inggris yang dibeli oleh Amerika

AC Milan saat ini masih berada di puncak klasemen Serie A dengan 34 poin dari 14 pertandingan, unggul satu poin dari peringkat kedua Inter Milan.

Baca juga: Inter erat dengan Milan, Arturo Vidal berani bicara soal Scudetto

Sedangkan juara bertahan Juventus finis di urutan keenam dengan 24 dari 13 pertandingan.

Menurut Christian Vieri, Juventus terancam kehilangan dominasinya musim ini.

“Mereka tidak bisa menang selamanya,” kata Vieri. “Cepat atau lambat mereka akan kalah setelah menjuarai Serie A Italia sembilan musim berturut-turut.”

“Ini soal motivasi. Jika mereka ingin memenangi gelar musim ini, mereka pasti akan menjadi tim yang sangat kuat,” tambahnya.

Namun, Inter tidak lagi berlaga di Eropa sehingga mereka harus bersaing (untuk Scudetto), Kata Vieri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *