Cuan Hampir Ceban Satu Minggu, Begini Pergerakan Harga Emas Antam

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas logam mulia produksi PT Aneka Tambang (Antam) membukukan kenaikan Rp 9.000 dalam sepekan terakhir. Pada Sabtu (5/9/2020) pukul 08.26 WIB, harga emas Antam turun Rp. 1.000 dan dihargai Rp. 1.020.000 / gram.

Melansir data dari situs resmi logammulia.com, harga emas seberat 100 gram saat ini dibandrol dengan harga Rp 96.212.000 / batang atau Rp 962.120 / gram.


Pergerakan harga emas Antam dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari dinamika permintaan persediaan, pergerakan harga emas global, nilai tukar hingga kondisi ekonomi. Di tengah pandemi seperti sekarang, prospek ekonomi suram.

Dalam kondisi normal, investor berani agresif. Namun, dalam kasus khusus seperti sekarang ini, investor sudah mulai mengalokasikan uangnya ke aset safe haven sebagai perlindungan terhadap ketidakpastian global.

Emas menjadi salah satu aset yang dipilih, sehingga bunganya yang tinggi berhasil melambungkan namanya. Apalagi di tengah kondisi kebijakan moneter yang sangat longgar dan banyaknya uang beredar yang dapat memicu inflasi tinggi.

Inflasi yang tinggi secara alami menurunkan laba atas investasi riil. Ini membuat Kemungkinan biaya memegang aset yang tidak menghasilkan seperti emas berkurang.

Emas sebagai aset untuk lindung nilai (lindung nilai) juga mendapat berkah dari potensi inflasi yang tinggi di masa mendatang. Memang, belakangan ini harga emas dunia cenderung fluktuatif yang menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas Antam.

Meski berfluktuasi, harga emas dunia belum menunjukkan tren penurunan. Volatilitas tinggi ini disebut-sebut menjadi peluang untuk buy on dip alias beli saat harga turun oleh Frank Holmes, CEO US Global Investors.

“Volatilitas emas adalah peluang untuk membeli saat turun. Anda salah jika tidak membeli emas,” kata Holmes saat diwawancarai Kitco, Selasa (2/9/2020). Holmes memprediksi harga emas akan mencapai US $ 4.000 / troy ounce dalam 2 hingga 3 tahun ke depan.

READ  Pandemi Membuat CEO Zoom Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia

Prediksi tersebut berdasarkan pergerakan emas dunia pada 2009-2011 saat bank sentral AS (The Fed) menerapkan kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE) yang menyebabkan Neraca Fed membengkak. The Fed juga menerapkan kebijakan yang sama hari ini.

TIM PENELITI CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(yang / yang)


Written By
More from Masud Madani

Peneliti Mengungkap Penciptaan Lubang Hitam Raksasa di Luar Angkasa: Okezone techno

TIM Astronomi internasional bekerja sama dengan Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) dan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *