Darurat Covid-19 Yogyakarta Hingga Akhir Januari 2021, Baca Ahli Peringatan

TEMPO.CO, Yogyakarta – Ahli genetika Gonadi kembali menyinggung kemungkinan mutasi virus SARS-CoV2 D614G, yang sebelumnya terungkap pada pertengahan September 2020.

Ia juga merupakan Ketua Kelompok Aksi Genetik (Pokja) di Sekolah Tinggi Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.

Menurut Junadi, mutasi virus tersebut diklaim memiliki potensi penularan yang lebih tinggi saat kasus terdeteksi di Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah.

“Sepertiga mutasi ini terdeteksi di Yogyakarta dan Jawa Tengah,” kata Gonady, Sabtu 26 Desember 2020.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamingko Buono X kembali memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 dari 1-31 Januari 2021.

Perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 diumumkan pada 22 Desember 2020, menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2020 tahun 2021.

Sultan HB X mengatakan pada hari Jumat, 25 Desember 2020: “Kasus tanggap darurat telah diperpanjang sesuai dengan keadaan dan perkembangan di DIY.”

Gonady mengatakan timnya melacak dan menganalisis apakah mutasi baru virus corona di Inggris dan Singapura lebih berbahaya.

Ini terjadi setelah publik dikejutkan oleh peningkatan besar jumlah kasus Covid-19 di Inggris pada bulan Desember.

Hasil analisis genetik virus Corona menunjukkan bahwa terdapat sejumlah mutasi (varian) baru pada lebih dari 50 persen kasus Covid-19 di Inggris.

Varian ini dikenal sebagai VUI 202012/01 (varian dalam penyelidikan, 2020, bulan 12, varian 01), yang terdiri dari serangkaian mutasi, termasuk 9 mutasi pada protein S (penghapusan 69-70, penghapusan 145, N501Y, A570D, D614G, P681H, T716I, S982A, D1118H).

Varian baru (501.V2) juga telah ditemukan secara masif pada kasus COVID-19 di Afrika Selatan, dan merupakan kombinasi dari 3 mutasi protein S: K417N, E484K, N501Y.

Lanjut Gunadi, terkait penyebaran mutasi baru Covid-29 di seluruh dunia, lanjut Gunadi, hingga saat ini varian VUI 20 2012/01 ditemukan pada 1,2 persen virus di database GISAID, 99 persen varian tersebut terdeteksi di Inggris. .

READ  Sebelum Membeli, Ini Perbandingan Spesifikasi dan Harga Ponsel Xiaomi Redmi Be aware 9 Vs Realme 6

Selain di Inggris, varian ini juga ditemukan di Irlandia, Prancis, Belanda, Denmark, dan Australia. Sedangkan di Asia hanya ditemukan di Singapura, Hongkong dan Israel.

Sembilan mutasi pada VUI 202012/01 yang harus diperhatikan mutasi baru tersebut merupakan sembilan mutasi pada VUI 2012/01, dan ternyata salah satu mutasi yang dianggap paling berpengaruh yaitu mutasi N501Y.

Hal ini karena mutasi N501Y terletak pada reseptor binding domain (RBD) protein S. RBD, yang merupakan bagian dari protein S yang berikatan langsung dengan reseptor ACE2 untuk menginfeksi sel manusia.

Dia berkata, “Dipercaya bahwa efek mutasi baru ini meningkatkan penularan infeksi dari satu orang ke orang lain hingga 70 persen.”

Namun, mutasi virus COVID-19 belum terbukti lebih berbahaya atau ganas. Selain itu, mutasi ini belum terbukti mempengaruhi keefektifan vaksin Corona saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *