Diah Pitaloka Singgung Pemkot Soal Prostitusi Online

mediabogor.com, Bogor – Anggota Komisi VIII DPR-RI Diah Pitaloka dari Dapil III Jawa Barat (Kota Bogor-Kabupaten Cianjur) mengadakan seminar bertema “Perlindungan Anak Berhadapan Dengan Hukum Dan Stigmatisasi”. Acara tersebut di ikuti boleh para kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-kota Bogor.

Politisi dari partai PDI-Perjungan itu, menyoroti penggerebekan bisnis prostitusi online yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, di Apartemen Bogor Valley, beberapa waktu lalu. Pasalnya penggerebekan yang dilakukan tim investigasi Satpol PP Kota Bogor itu, melibatkan PSK dibawah umur yang masih tergolong kategori anak.

Diah mengatakan, masalah prostitusi online memang harus diberantas mulai dari sistem hingga akar-akarnya. Namun, pemkot tidak menyadari adanya keberadaan PSK dibawah umur saat penggerebekan muncul di berbagai media sosial dan media massa.

“Ada framing anak di tengah itu. Harusnya gambarnya di blur. Tapi jelas nampak wajah mereka beredar luas, apalagi di media sosial. Ini yang disayangkan,” ucap Diah di salah satu restoran di Paledang, Jumat (19/10/18).

Hal itu, menjadi tekanan sendiri bagi anak. Sebab, dalam kasus bisnis prostitusi online ini, PSK dibawah umur bisa digolongkan sebagai korban dari pasal perdagangan manusia. Satu sisi, anak bisa sebagai pelaku kejahatan sebagai efek dari media, internet, atau relasi sosial, sehingga ditiru dan masuk dalam bisnis haram ini.

“Namun jangan lupa, mereka bisa saja jadi korban. Seperti prostitusi anak. Kan bisa jadi anak tidak sukarela masuk ke dalam situ. Bisa jadi anak masuk ke dalam situ, karena lingkungan atau diculik. Ini tidak bisa dilihat kriminalisasi anak atau anak yang berhadapan dengan hukum secara hitam putih. Apakah mereka pelaku atau korban,” katanya.

Maka, pihak terkait seharusnya lebih konsentrasi terhadap penyelenggaraan bisnis prostitusi online tersebut. Bukan malah mengekspos keberadaan anak-anak ditengah penggerebekan tersebut. Bisa jadi, kata wanita lulusan Universitas Padjadjaran itu, anak-anak ini perlu di selamatkan di dalam ruang prostitusi itu.

“Sebetulnya siapa yang menyelenggarakan prostitusi itu. Itu yang harusnya diusut lebih jauh. Kok anak-anak bisa sampai kesitu. Penggerebekan itu jadi contoh, bagaimana Pemkot Bogor menyikapi dan menangani persoalan anak berhadapan dengan hukum.” tutupnya. (Nick)