Disdik Instruksikan Siswa di Kota Bogor Bawa Ompreng

mediabogor.com, Bogor – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk membiasakan anak didiknya membawa ompreng dan minum sebagai bekal. Himbauan ini, berlaku bagi semua sekolah di Kota Bogor, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Melalui surat edaran, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Fahrudin menyampaikan instruksi tersebut dalam rangka mewujudkan sekolah aman, bersih, dan sehat. Disamping membiasakan para peserta didik untuk membawa minum dari rumah dengan menggunakan botol yang dapat diisi ulang.

Fahrudin meminta kepada seluruh kepala sekolah, para pendidik dan tenaga pendidik agar mendampingi para peserta didiknya dalam melakukan pembiasaan tersebut. Pihak Disdik pun akan memonitor dan mengevaluasi kegiatan tersebut.

“Dengan melibatkan para pengawas di sekolah masing-masing kita berharap kegiatan ini, berkesinambungan agar ada penyempurnaan pelaksanaan kegiatan tersebut,” kata Fahrudin, Rabu (10/10/18).

Ia menambahkan, selain mengajak para siswa membawa ompreng, dirinya juga melarang peserta didik menggunakan smartphone, gawai (gadget) atau sejenisnya selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.

Menanggapi instruksi di atas, Kepala SDN Neglasari, Suci mengatakan, seluruh anak didiknya sudah mulai membiasakan diri agar tidak jajan melalui program 1 Hari Tanpa Jajan setiap Selasa. Untuk menggantinya para siswa diwajibkan membawa makanan dan minuman dari rumah.

Senada, Kepala SDN Pamoyanan 3 Kota Bogor Ani Suryani menuturkan, SDN Pamoyanan 3 sudah dua tahun menjalankan program Sekolah 1 Hari Tanpa Jajan dan Makan Bersama (Mabes).

 

“Maka jangan heran jika di sekolah ini setiap hari Jum’at tidak akan menemui anak-anak jajan, bahkan kantin sekolah dan para pedagang jajanan turut libur berjualan. Pada hari tersebut anak-anak membawa ompreng makanan dan minuman dari rumah untuk dimakan bersama-sama di kelas maupun halaman sekolah. Ini juga untuk melatih pola makan yang lebih sehat. Saya dan para guru juga membawa bekal dan makan bersama para siswa,” bebernya.

“Rencananya ke depan program ini, akan ditambah dengan makan bersama yang memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna yang disediakan pihak sekolah atas swadaya bersama para orang tua sehingga negara turut hadir dalam menjaga kualitas kesehatan para peserta didiknya,” pungkas Ani. (Nick)