Disebut First Inspiration From Asia, Suwolo Atasi Limbah Sampah Lewat Karya Lukis Yang Dilirik Luar Negeri

mediabogor.com, Bogor – Suwolo Otobrisman, pria asal Bogor ini, berinovasi membuat seni rupa yang inovatif berupa lukisan kolase dari limbah sampah kemasan. Karyanya itu, mendapat apresiasi dari berbagai negara karena bisa menciptakan inovasi sebagai salah satu cara mengurangi sampah plastik. Dari inovasinya itu, Suwolo disebut first inspiration from Asia. Suwolo mengaku, menekuni seni lukis dari limbah sampah kemasan karena merasa prihatin Indonesia di sebut sebagai negara penghasil limbah terbesar di dunia.

“Saya tersentak saat Indonesia dicap sebagai negara penghasil sampah terbesar ketiga setelah Cina dan India. Orang luar negeri yang cukup perhatian dengan kondisi pencemaran sampah di Indonesia menantang saya sebagai perwakilan Indonesia untuk mencari solusi dalam mengatasi limbah sampah. Kemudian saya mencari ide dan akhirnya saya buatlah lukisan tentang laut dari sampah kemasan,” tuturnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Perikanan Darat, No 59, Kelurahan Kedungwaringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (15/3/19).

Suwolo menjelaskan, produk seni yang ia buat menggunakan media sampah kemasan seperti kemasan plastik makanan, kardus, sampai botol air minum. Ia mengatakan, sampah-sampah itu, ia dapat dan dikumpulkan dari sampah rumah tangganya sendiri dan dari sampah tetangga.

Proses pembuatannya sendiri kata Suwolo, dibutuhkan kesabaran karena untuk membentuknya harus teliti demi hasil yang sesuai dengan bentuk yang akan dilukis. Ia pun mengaku, kebanyakan lukisan yang dia buat bertema tentang dongeng klasik atau cerita rakyat dan kebudayaan yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

Seperti lukisan Putri Bondan Pawaka Arum, kisah rakyat di lereng merapi Jawa Tengah yang jarang diekspos oleh orang Indonesia sendiri. Kemudian, ada juga lukisan cerita rakyat dari Jepang yang diberi judul Wedding Ceremony At Meiji Period.

“Saya senang melukis tentang sejarah, kebudayaan dan cerita rakyat. Lewat lukisan daur ulang sampah ini, saya berharap dapat memperkenalkan kebudayaan Indonesia dan cerita rakyatnya kepada masyarakat termasuk memberikan gambaran bahwa limbah sampah dapat dimanfaatkan menjadi karya seni,” kata pria kelahiran Bogor yang kini berusia 71 tahun ini.

Sampai saat ini, Suwolo sudah membuat kurang lebih 100 lukisan dari sampah kemasan. Bahkan, sebagian karyanya ada yang dipinjam untuk dipamerkan di luar Bogor maupun di luar negeri.

“Ada lukisan saya yang dipinjam dan dibawa ke Jepang. Ada yang dipamerkan di Barcelona. Kemudian ada juga 10 karya saya yang dibawa tour keliling dari Eropa Timur sampe Cape Town, Africa Selatan selama setahun ini. Namun, itu hanya sebatas pinjam. Bahkan, sering kali lukisan yang dipinjam tak kunjung kembali,” ungkapnya.

Dari semua karya yang ia buat, kata Suwolo, ada satu lukisan yang dianggapnya memiliki kesan tersendiri yaitu lukisan dengan tema “Waspada Terhadap Nyamuk”. Katanya, lukisan tersebut dibuat dalam rangka memperingati hari nyamuk. Karena itu, semuanya dilukis memakai sampah kemasan obat nyamuk.

“Saat itu, WHO sedang gencar-gencarnya mengkampayekan bahaya DBD yang banyak terjadi. Ini yang menjadi pesan saya kepada masyarakat tentang bahayanya nyamuk demam berdarah melalui lukisan nyamuk,” terangnya.

Dalam proses pembuatannya, Suwolo biasa menghabiskan waktu seharian dari pagi hingga malam tergantung tingkat kesulitan. Bahkan, ada yang memakan waktu hingga 3-5 hari proses pembuatannya.

“Saya ingin membuktikan bahwa limbah plastik dapat dikurangi dan dimanfaatkan menjadi barang bernilai manfaat salah satunya menjadi karya seni. Walaupun belum ada yang terjual dan memberi masukan secara finansial, saya berharap karyanya ini, dapat menginsiprasi dan diterima oleh masyarakat Indonesia,” harapnya. (*/di)