Dua mayat ditemukan setelah kapal Korea Selatan hilang di dekat Taiwan

Dua mayat ditemukan setelah kapal Korea Selatan hilang di dekat Taiwan

Peta Selat Taiwan

TAIPEI/SEOUL — Taiwan telah menemukan dua mayat setelah sebuah kapal yang membawa enam warga Korea Selatan hilang di Selat Taiwan, dan operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung, kata pemerintah Taiwan dan Korea Selatan, Jumat.

Pihak berwenang Taiwan mengatakan mereka menerima sinyal marabahaya dari Kyoto 1 sekitar pukul 09:50 (0050 GMT) pada hari Kamis dari lokasi sekitar 18 mil (29 km) barat pulau itu, kata kementerian luar negeri di Seoul, menambahkan bahwa semua enam orang-orang di dalamnya adalah warga negara Korea Selatan.

Kapal berbendera Sierra Leone seberat 322 ton itu sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Batam di Indonesia dari kota Busan, Korea Selatan, sambil menarik kapal tender Kyoto 2, yang telah ditemukan di daerah tersebut.

“Pemerintah kami telah meluncurkan tim tanggap darurat dan mengirim kapal patroli dan helikopter untuk pencarian,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan otoritas patroli Taiwan.

Pusat Komando Penyelamatan Nasional Taiwan mengatakan kapal itu telah mengirimkan pesan darurat di perairan dekat Kepulauan Penghu di Selat Taiwan dan mereka telah mengirim kapal dan pesawat untuk mencarinya.

Nelayan telah menemukan dua mayat, yang identitasnya belum dikonfirmasi, dan upaya terus dilakukan untuk menemukan empat lainnya, tambahnya.

Dalam kecelakaan terpisah, sebuah helikopter yang bertugas membantu operasi Taiwan jatuh di perairan pulau Mara selatan Korea Selatan pada hari Jumat, menewaskan dua anggota awak dan melukai yang ketiga dengan yang keempat hilang, kata penjaga pantai.

Sebuah tim yang terdiri dari dua pilot penjaga pantai dan dua pejabat lainnya berada di atas helikopter Sikorsky S-92 ketika helikopter itu jatuh ke laut 370 km (225 mil) barat daya pulau itu sekitar pukul 1:32 pagi (1632 GMT Kamis).

READ  Bestes Anzünder Holzwolle Wachs Getestet und qualifiziert

Helikopter itu kembali ke pangkalannya di pulau Jeju setelah menurunkan enam anggota regu penyelamat khusus di kapal patroli terdekat yang akan berangkat ke Taiwan, kata Park Je-soo, seorang pejabat penjaga pantai Jeju.

“Pilot masih hidup ketika dia diselamatkan, tetapi co-pilot dan operator radarnya tidak sadarkan diri. Terlepas dari perawatan darurat kami, mereka tidak sadar kembali,” kata Park dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Pilot menderita beberapa patah tulang dan dirawat di rumah sakit untuk perawatan, dan pencarian sedang berlangsung untuk orang keempat yang hilang, seorang mekanik, tambahnya.

CERITA TERKAIT

Kapal perang AS kembali transit di Selat Taiwan yang sensitif

China ‘harus mundur,’ kata Taiwan

Berlangganan buletin harian kami

Baca Selanjutnya

Jangan sampai ketinggalan berita dan informasi terbaru.

Berlangganan PERTANYAAN PLUS untuk mendapatkan akses ke The Philippine Daily Inquirer & 70+ judul lainnya, bagikan hingga 5 gadget, dengarkan berita, unduh sedini 4 pagi & bagikan artikel di media sosial. Hubungi 896 6000.

Untuk umpan balik, keluhan, atau pertanyaan, hubungi kami.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor