Jajanan Ketan Susu Jande Yang Fenomenal di Kota Bogor

mediabogor.com, Bogor – Bagi Anda yang suka kuliner, jajanan tradisional tempo dulu yang satu ini, pasti bisa membuat Anda penasaran. Karena selain rasanya yang sangat fenomenal, kuliner yang satu ini, susah dicari loh. Tapi jangan baper dulu. Masih ada sebagian orang yang tetap melestarikan jajanan tradisional ini di Kota Bogor. Bahkan, kini telah bertransformasi menjadi cemilan kekinian.

Jajanan tersebut adalah ketan susu (tansu). Bagi kalian yang penasaran dan ingin nongkrong untuk mencicipi tansu kekinian tersebut, bisa langsung meluncur ke Komplek Ruko VIP Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Nama warungnya Ketan Susu Jande (jajanan Ndeso). Tempat nongkrong tersebut mulai buka dari jam 17.00 hingga jam 00.30 malam.

Kuliner khas Malang, Jawa Timur ini, sangat terkenal dan diburu di daerah asalnya. Di Kota Bogor sendiri, kuliner ini, mulai dikenalkan tahun 2014 dan menjadi pelopor ketan susu dengan 30 variant pertama di Indonesia. Kuliner berbahan dasar beras ketan ini, mengkombinasikan gurihnya ketan yang dikukus dengan legit dan manisnya dari susu kental manis. Untuk lebih berkesan tradisional, tansu ini, disuguhkan dengan menggunakan wadah batok kelapa sehingga tampilannya makin menarik mata.

Pemilik usaha, Harpa Ranusono menerangkan, beras ketan yang dipakai adalah yang berkualitas. Pengolahannya pun masih tradisional dengan cara dikukus seperti memasak nasi jaman dulu. Lalu susu yang dipakai adalah susu kental manis dan susu cair yang bisa ngeblend dengan ketan sehingga menciptakan rasa yang manis sampai yang asin.

“Ide membuka warung tansu ini, sejak saya kuliah di Malang, Jawa Timur. Di Malang, kuliner ketan susu cukup fenomenal. Itu yang kita adopsi untuk jadi pembeda kuliner di Kota Bogor tahun 2014 dan menjadi pelopor pertama untuk menu ketan susu,” terangnya, Minggu (21/7/2019).

Sekarang ini, lanjutnya, ada 40 varian tansu dengan topping yang kekinian. Yang best seller itu, ketan susu (tansu) mangga, green tea, nutella, durian, dan ovomaltine. Harga yang ditawarkan pun sangat murah dengan kisaran harga mulai dari Rp7 ribu sampai Rp15 ribu. Untuk topping nya tinggal dipilih sesuai selera.

Selain tansu, lanjut Harpa, disini juga tersedia menu kekinian lain yang tak kalah enak yaitu ayam gejrot, roti panggang, pisang panggang, pisang crispy, milkshake dengan 10 varian lebih, es kopi susu, dan masih banyak lagi.

Untuk ayam gejrot, Harpa menjelaskan, sebenarnya ini sama dengan ayam geprek cuma namanya dimodif jadi ayam gejrot karena daging ayamnya hancur. Perbedaanya juga pada sambal yang digunakan yaitu pakai sambal khas Jawa Timur. Kisaran harganya mulai dari Rp15 ribu sampai Rp21 ribu. Itu sudah komplit dan bisa nambah berkali kali.

“Harga disini semua di bawah rata-rata. Kita ingin konsumen meninggalkan kesan setelah makan di sini. Karena standar rasa yang kita suguhkan di jamin konsumen bakal balik lagi,” ungkapnya.

Masih kata Harpa, dari sekitar lima tahun berjalan sudah ada 8 cabang diantaranya di Surabaya, Jakarta Selatan, Jawa Tengah. Dalam waktu dekat dirinya juga berencana akan membuka cabang di daerah Bekasi dan Dramaga.

“Di samping itu, kita juga buka open kemitraan dengan harga Rp 12 juta per satu menu. Itu sudah termasuk bahan baku dan perlengkapan makan. Namun belum termasuk tempat. Untuk konsep tempat kita bisa menyiapkan dari nol sampai konstruksinya jadi. Konsep konstruksinya mulai dari kaki lima, street food, food truck, tenda, gerobak, dan cafe, itu semua bisa kita buat,” jelasnya. (*/d)