Gagal Gulingkan Maduro, 2 Mantan Tentara AS Divonis 20 Tahun…

Agus Nyomba
Dua mantan Tentara AS Dijebloskan ke penjara setelah terlibat dalam konspirasi menggulingkan presiden Venezuela. Foto: Ilustrasi

CARACAS – Pengadilan Venezuela menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada dua mantan tentara Amerika Serikat (AS), karena peran mereka dalam serangan yang gagal yang bertujuan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro pada awal Mei.

Kepala Jaksa Penuntut Tarek Saab yang mengatakan, dua mantan tentara yakni Mantan Baret Hijau Luke Denman, 34, dan Airan Berry, 41, mengaku ikut serta dalam operasi 4 Mei tersebut.

Baca Juga: AS Tawarkan Hadiah Rp72 M untuk Tangkap Hakim Agung Venezuela

“Kata tuan-tuan mengakui telah melakukan kejahatan,” tulis Saab di akun Twitter-nya dilansir dari Reuters, Sabtu, (08/08/2020).

Ia menambahkan bahwa, persidangan sedang berlangsung untuk lusinan orang lain yang ditangkap. Denman dan Berry didakwa melakukan konspirasi, terorisme, dan perdagangan senjata ilegal.

Alfonso Medina, pengacara keduanya, mengatakan tim hukum mereka tidak diizinkan masuk ke ruang sidang. Kedua pria itu tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Serangan laut yang diluncurkan dari Kolombia, yang dikenal sebagai Operasi Gideon, menewaskan sedikitnya delapan orang.

Pemerintah Maduro mengatakan, telah menangkap sekelompok konspirator termasuk Denman dan Berry di dekat kota pesisir Chuao yang terisolasi.

Veteran pasukan khusus AS Jordan Goudreau, yang menjalankan Silvercorp United states, sebuah perusahaan keamanan swasta yang berbasis di Florida, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Denman muncul dalam online video di Television negara Venezuela beberapa hari setelah penangkapan mereka, mengatakan bahwa mereka telah dikontrak oleh Silvercorp Usa untuk melatih 50 hingga 60 orang Venezuela di Kolombia, menguasai bandara Caracas dan membawa pesawat untuk menerbangkan Maduro ke Amerika Serikat.

READ  Promo harga HP Samsung terbaru hari ini, diskon flagship sampai Rp 7 juta

Kantor pemimpin oposisi Juan Guaido mengatakan, Guaido telah mengetahui tentang operasi tersebut sejak Oktober, tetapi tidak mendanai atau memerintahkannya.

Maduro, yang menggambarkan Guaido sebagai boneka Washington, mengatakan bahwa pemerintah Presiden Donald Trump mendukung operasi tersebut.

Pemerintahan Trump membantah terlibat langsung. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pemerintah AS akan menggunakan “setiap alat” untuk mengamankan kepulangan warga AS.

Baca Juga: Rusia: Keputusan Inggris Tahan Emas Venezuela Keterlaluan

(agn)

preload video

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)

More from Shakeel Mohiuddin

Apple menawarkan Mac Mini dengan prosesor M1, dengan harga yang sangat terjangkau

Merdeka.com – Bersamaan dengan perkenalan chipset M1 terbaru, Apple juga memperkenalkan Mac...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *