Gempa Banten menghancurkan 6,6 juta bangunan di Kabupaten Lebak

Gempa Banten menghancurkan 6,6 juta bangunan di Kabupaten Lebak

Bencana tersebut hingga saat ini belum memakan korban jiwa.

Serang, Banten (Antara) – Sejumlah rumah dan fasilitas umum di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, rusak akibat gempa berkekuatan 6,6 (m) yang terjadi pada pukul 16.05 WIB, Jumat.

“Sejauh ini, ada laporan mengenai bangunan yang rusak, misalnya, atap yang runtuh di Sekolah Menengah Atas Islam (MAN) Lebak 3 Kecamatan Gunungkenkana,” kata Kabag Humas Polda Provinsi Banten, Shinto Silitunga di Jakarta, Jumat. .

Dia mengatakan banyak rumah juga rusak di distrik Wanasalam, Sigaku, Sihara, Sipadak dan Malingping.

Dia menambahkan bahwa satu orang terluka dalam keruntuhan atap.

Dia mengatakan, Polres Lebak masih memantau situasi dan dampak bencana secara keseluruhan.

Komisaris Utama mencatat bahwa tidak ada laporan kerusakan bangunan di wilayah hukum Polsek Cipanas, Bojong Manek, Semarga, Pangarangan, Payah, Rangkaspitong dan Lloydamar.

“Bencana tersebut sejauh ini tidak mengakibatkan kematian,” tambahnya.

Namun, diperkirakan warga Kecamatan Sipadak mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta setelah ambruknya rumah semi permanen miliknya, katanya.

Kemudian dia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Dia mengatakan masyarakat juga harus terus memantau pembaruan resmi bencana dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sementara itu, Nana Suryana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas BPBD di Provinsi Pandeglang dan Lebak.

Berita Terkait: PLN pastikan jaringan listrik Jawa-Bali aman setelah gempa 6,6m

“Kami masih mencatat kerusakan. Kami telah menurunkan tim lapangan,” katanya.

Sementara itu, menurut update terbaru yang diberikan oleh Kepala Bagian Darurat dan Logistik BBD Kabupaten Lebak, Agus Riza Faisal, 36 bangunan, yang terdiri dari rumah tinggal dan bangunan sekolah, rusak akibat gempa.

READ  Hei ... planet ini mengorbit bangkai bintang

Menurut BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, gempa dirasakan warga Jakarta saat memodulasi intensitas Mercalli (MMI) III-IV.

Orang biasanya merasakan sentakan MMI III di dalam ruangan dan merasa lebih seperti truk yang lewat. Sementara itu, sentakan MMI IV dapat menyebabkan jendela, pintu, dan dinding berderit.

Berita Terkait: Tim kerja di BPBD DKI Jakarta menilai potensi kerusakan bangunan pascagempa

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor