Hari Pertama Kerja, Bima: Tak Perlu Sidak, ASN Sudah Tahu Kewajiban Dan Tugasnya

mediabogor.com, Bogor – Mengawali hari pertama kerja setelah libur Idul Fitri 1440 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Halal Bihalal di Plaza Balaikota Bogor, Senin (10/06/19).

Kegiatan dihadiri langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Muspinwil, unsur Muspida, Ketua DPRD dan ratusan ASN di lingkungan Pemkot Bogor.

Seperti tahun-tahun sebelumnya pada kegiatan Halal Bihalal tahun ini, Wali Kota Bogor diikuti unsur Muspida menyalami satu persatu ASN dan tamu undangan seraya mengucapkan Minal Aidin wal Faidzin. Usai bersalam-salaman kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Bima menyebutkan momentum Halal Bihalal ini, adalah sebagai bentuk rasa syukur setelah melewati bulan suci Ramadan yang mana para ASN bisa kembali bertugas hari ini menjalankan kewajibannya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tak hanya itu, Bima pun mengucapkan selamat datang kepada para pemudik yang telah sampai di Kota Bogor.

Bima mengatakan, tahun ini macetnya tidak seperti tahun kamaren. Kemacetannya masih masuk di akal. Dikatakan Bima, hal yang sering ditanyakan wartawan jelang hari raya maupun pasca Lebaran yaitu apakah ada edaran jam buka rumah makan di saat bulan puasa? Apakah ada sidak di hari pertama kerja? Apa ada sanksi bagi ASN yang mudik membawa mobil dinas dan tidak masuk kerja? Bagaimana dengan pendatang baru nanti di Kota Bogor?

Bima mengungkapkan, selama Ramadan semua pihak termasuk rumah makan pasti menjaga etika untuk menghormati yang berpuasa. Soal sidak, tidak akan sidak. Kan semua sudah tahu kewajiban dan tugasnya sesuai aturan yang berlaku.

“Bukan sidaknya, bukan tegurannya tapi yang penting kembali kepada kita semua dalam menjalani kewajiban. Spiritnya harus sama seperti Ramadan yakni disiplin waktu. Karena kerja adalah sebagai ibadah kita. Kalau kita fokus pada isi/subtansi/karakter, pertanyaan itu ga akan ada semua,” kata Bima.

Kemudian soal mudik. ASN tidak akan membawa yang bukan hak nya. Lalu soal pendatang, Kota Bogor terbuka bagi semua. Lucu kalau ada pihak yang melarang pendatang datang ke Kota Bogor.

“Salah kaprah kalau kita melarang. Bogor kota yang terbuka bagi semua. Syaratnya kalau mau usaha atau kerja cari rejeki yang halal. Jangan melanggar aturan. Taati Perda. Pemerintah di sini untuk melayani publik dan memberi kesejahteraan bagi semua,” ucapnya. (*/d)