Hasil awal uji klinis vaksin korona mengarah pada kekebalan

Jakarta, CNN Indonesia –

Uji coba vaksin virus Corona (Covid-19) Dari Johnson & Johnson menunjukkan respon yang positif. Hasil awal dari uji klinis Fase 1/2 (a) menunjukkan bahwa obat ini dapat ditoleransi dengan baik, dan bahkan dosis tunggal dapat menghasilkan respons imun yang kuat pada sekitar 800 peserta. Uji klinis.

berdasarkan CNNDan Uji coba dilakukan dalam dua kelompok usia, 18-55 tahun dan 65 tahun ke atas, untuk melihat keamanan dan efek samping dari dua dosis yang berbeda. Hasil awal dari percobaan menunjukkan bahwa vaksin tersebut dapat memicu tanggapan kekebalan dari virus.

Selain itu, vaksin ini juga dianggap cukup aman untuk memulai uji coba skala besar. Studi ini telah dipublikasikan di MedRxiv, tetapi belum ditinjau atau dipublikasikan dalam jurnal medis.


Para peneliti menemukan bahwa 99 persen peserta berusia antara 18 dan 55 di kedua kelompok mengembangkan antibodi terhadap virus 29 hari setelah vaksinasi. Analisis menemukan bahwa sebagian besar efek samping seperti demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh hilang setelah beberapa hari.

Peserta nantinya akan menerima suntikan kedua dari vaksin sebagai bagian dari percobaan. Seperti diketahui, vaksin yang dikembangkan Johnson & Johnson menggunakan teknologi yang sama untuk mengembangkan calon vaksin untuk Ebola, Zika, HIV dan RSV.

Selanjutnya, percobaan Tahap 3 direncanakan untuk memeriksa keamanan dan kemanjuran dosis tunggal terhadap plasebo untuk mencegah gejala Covid-19.

Pada fase ketiga percobaan, Johnson & Johnson berencana merekrut 60.000 sukarelawan di lebih dari 200 lokasi di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Menurut kepala ilmuwan Dr. Johnson dan Johnson, percobaan satu dosis oleh Paul Stoffels seharusnya mempercepat hasil lebih jauh.

READ  Mengapa Pasien Covid-19 Bisa Alami Gejala Tersembunyi Joyful Hypoxia yang Bisa Berujung Kematian?

Hingga saat ini, Johnson & Johnson adalah satu-satunya perusahaan yang menguji vaksin tahap 3 untuk covid-19 di Amerika Serikat. Perusahaan mengatakan bahwa pedoman vaksin yang lebih ketat telah dipertimbangkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan A.S.

Sementara itu, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Anthony Fauci, mengatakan vaksinasi terhadap virus Covid-19 kemungkinan bisa dimulai pada November atau Desember 2020.

Namun, dia mengatakan kondisinya bisa kembali normal pada akhir 2021.

“Ketika ada cukup banyak orang untuk divaksinasi, Anda akan mulai berpikir bahwa semuanya akan kembali normal. Mungkin (bisa kembali normal) pada kuartal ketiga atau keempat 2021,” kata Fauci.

Fauci menambahkan bahwa kecil kemungkinan akan ada campur tangan politik dalam proses persetujuan vaksin Covid-19. “Jika Anda melihat proses standar tentang cara kerja hal-hal ini, saya pikir Anda dapat merasa nyaman tentang bagaimana hal-hal ini tidak mungkin terjadi,” pungkasnya.

(dmi / umur)

[Gambas:Video CNN]

More from Mahammed Shehata

Keluar dari rumah sakit tetapi masih sakit, Trump tiba-tiba membatalkan diskusi stimulus Covid-19

Klarifikasi. Donald Trump, yang masih menerima perawatan karena Covid-19, tiba-tiba membatalkan paket...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *