Mediabogor.com, Jakarta – Belum lama ini pengguna media sosial dihebohkan dengan adanya sebuah situs web kontroversial, yakni nikahsirri.com. Bagaimana tidak, dalam keterangan laman tersebut mencoba untuk menarik mahasiswi menjadi mitra kerja dengan berbagai alasan. Bahkan yang parahnya, situs ini menarik pelanggan dari berbagai latarbelakang, seperti PNS, politis, pengusaha, pedagang, tentara, karyawan, bahkan dia juga membawa-bawa ulama.

Alasannya dijadikannya para mahasiswi menjadi mitra yakn, agar bisa membantu para mahasiswi untuk menyelesaikan studinya dengan biaya yang didapatkan lewat program yang ditawarkan situs tersebut.

“Dengan adanya program Nikahsirri, maka mahasiswa/mahasiswi bisa mendaftar untuk menjadi MITRA kami. Mereka bisa mendapatkan uang mahar untuk biaya kuliah. Plus adanya hubungan suami istri, selain bisa menghilangkan stress, juga akan semakin mendewasakan seseorang. Apabila program Nikahsiri sudah meluas, kami yakin Indonesia semakin jaya, karena semakin banyak mahasiswa/mahasiswi yang bisa terbantu menyelesaikan kuliah, plus kestabilan emosi yang kuat. Ditambah lagi dengan banyaknya kaum dewasa yang semakin bahagia, tentu saja akan membuat kejayaan Indonesia semakin tinggi lagi,” tulis admin situs tersebut.

Cara Unik Membedakan Keperawanan dan Keperjakaan Ala Nikahsiri.com

Namun ada pertanyaan terbesar dari sebagian warganet yaitu, bagaimana pengelola situs mengetahui bahwa anggotanya masih Perawan dan perjaka. Seperti yang dilansir dari tribunnews.com, dua kondisi ini dijamin oleh Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com terkait para mitra atau klien di situsnya.

Untuk mengetahuinya, Aris Wahyudi memiliki cara tersendiri selain klien dan mitranya harus dewasa atau 17 tahun ke atas.

“Pastinya kalau mau ikut harus dewasa, kami sesuai standar dengan negara kalau dewasa itu 17 tahun ke atas,” ujar Aris, ‎saat ditemui di rumah sekaligus kantor situs tersebut di Jatiasih, Bekasi, Sabtu (23/9/2017).

Lebih lanjut, untuk memastikan mitra atau kliennya benar-benar perawan, bagi yang perempuan diminta melakukan tes perawan. Sedangkan laki-laki diminta melakukan sumpah pocong.

“Kalau perempuan kan bisa di tes medis, tes perawan nanti ada surat dari dokter, nah kalau laki-laki kan sulit mereka perjaka atau bukan, jadi harus melalui prosedur sumpah pocong, tegasnya.

Sementara untuk mitra atau klien yang beragama non muslim, jika ingin mengikuti lelang perawanan nantinya harus pindah agama terlebih dulu. Aris menambahkan sebutan mitra ‎disematkan bagi perawan atau perjaka yang berminat dalam kontes lelang dan fotonya dipampang di situs tersebut.

Sementara klien adalah pihak yang berminat menggunakan jasa situsnya untuk mendapatkan perawan atau perjaka melalui mekanisme lelang. Nantinya klien akan membayar mahar sesuai nominal yang diminta oleh mitra. Lalu mahar ditranfer ke rekening Aris lalu dipotong 10-20 persen, sisanya ditranfer ke mitra. Bahkan jika berminat, Aris juga bisa memfasilitasi penghulu hingga saksi.

Sementara lokasi pernikahan, digedung atau hotel, itu diserahkan ke pasangan.

“Mitra itu yang nanti fotonya dipajang di situs, kalau ada klien yang tertarik mereka harus mau. Mitra ikut atas kesukarelaan, kalau klien (peserta lelang) itu yang harus membayar mahar,” singkatnya.

Bukan Pelacuran, Bisa Hindari Zina

Aris Wahyudi menegaskan bahwa situs lelang perawan yang digagasnya bukanlah pelacuran apalagi prostitusi online.

“Ini beda dengan pelacuran. Kalau pelacuran kan, harga ditentukan muncikari bahkan ada yang sampai dipaksa melayani. Kalau ini kan terserah dengan kedua belah pihak,” ucap Aris Wahyudi saat ditemui di rumah sekaligus kantor situs tersebut di Jatiasih, Bekasi, Sabtu (23/9/2017).

Lebih lanjut, ‎Aris Wahyudi juga berpandangan situsnya bisa menghindarkan zinah karena dengan nikah siri sudah sah secara agama namun memang tidak diakui negara.

“Dengan nikah siri kan bisa menghindari zinah, karena kan sudah sah secara agama. Kalau sudah cocok, kami bisa bantu juga menghadirkan penghulu‎,” tambahnya.

Lebih lanjut, dikonfirmasi soal situs lelang perawan menurutnya itu dipilih karena dinilai menarik dan bukanlah hal tabu. Sehingga lagi-lagi, Aris meyakini situs yang baru diluncurkan ‎disertai dengan deklarasi Partai Ponsel pada Selasa (19/9/2017) lalu di gedung Juang 45 Jakarta sama sekali tidak ada kaitan dengan prostitusi seperti yang ramai dibicarakan.

“Jadi saya itu mendeklarasikan Partai Ponsel, ‎nah salah satu programnya itu membiah nikah sirri atau lelang perawan,” tambahnya.

Saat pertama kali membuka situs tersebut, ada tampilan seorang perempuan cantik dan tulisan ‘Nikah Sirri’, mengubah Zina Menjadi Ibadah. Bahkan sang calon yang hendak menikah siri bisa melihat dan mencari pasangannya untuk dinikahi.

Syaratnya bagi klien atau calon yang hendak menjadi member situs Nikahsirri..com minimal harus mempunyai satu koin mahar. Nilai per 1 koin adalah Rp 100 ribu. Kalau hanya sebatas melihat daftar/database calon mempelai di submenu Login, maka CLIENT tidak ditarik biaya, alias Gratis.

 

 

Rangga