Indikator pemulihan ekonomi menjadi semakin jelas

Indikator pemulihan ekonomi menjadi semakin jelas

Jakarta (Antara) – Tanda-tanda pemulihan ekonomi di Indonesia semakin terlihat, terutama dari rekor surplus perdagangan sebesar $ 2,19 miliar yang tercatat pada April 2021, menurut Kantor Staf Presiden (KSP).

Kantor Wakil Presiden ke-3 Banutan Solindrakusuma mengungkapkan, dengan mitra dagang, Indonesia mencatat surplus perdagangan US $ 1,2 miliar dengan Amerika Serikat.

“Pemerintah optimistis kondisi perekonomian Indonesia akan terus membaik secara signifikan,” kata Solindrakusuma dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Selain surplus perdagangan dengan Amerika Serikat, Indonesia juga menikmati surplus perdagangan dengan Filipina sebesar 554 juta dolar AS, dan India sebesar 439,9 juta dolar AS. Namun, dengan banyak negara lain, ia mengalami defisit, seperti $ 652,1 juta dengan China, $ 418,3 juta dengan Australia, dan $ 248,1 juta dengan Thailand.

Menurut Solindrakusuma, surplus perdagangan Indonesia tidak lepas dari kinerja ekspor yang membaik. Pada April 2021, total ekspor Indonesia mencapai US $ 18,48 miliar, meningkat 0,69 persen dibanding Maret 2021. Sedangkan dibandingkan April 2020, total ekspor April 2021 meningkat 51,94 persen, dengan rincian nonmigas. Ekspor gas meningkat 51,08 persen, sedangkan ekspor migas meningkat 69,60 persen.

Berdasarkan kelompok komoditas, ekspor nonmigas sebesar $ 17,52 miliar pada April 2021, sedangkan ekspor migas sebesar $ 960 juta.

“Ini menunjukkan koherensi langkah pemerintah untuk memulihkan perekonomian di tengah ketidakpastian dan dinamika pemulihan ekonomi global,” kata Solindrakusuma.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas tercatat pada April 2021 dibandingkan Maret 2021 pada komoditas besi dan baja (HS72) senilai US $ 246,2 juta atau meningkat 17,50 persen.

Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada sektor lemak dan minyak hewani dan nabati (HS15) yang mencapai US $ 398,3 juta atau turun 13,81 persen.

Selama periode Januari hingga April 2021, ekspor ke China merupakan yang terbesar dengan nilai 3,93 miliar dolar AS, disusul Amerika Serikat 2,03 miliar dolar AS, kemudian Jepang 1,32 miliar dolar AS. Ekspor ketiga negara tersebut memberikan kontribusi sebesar 41,56% dari total nilai ekspor. Sedangkan ekspor ke negara-negara ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar 3,59 miliar dolar AS dan 1,39 miliar dolar AS.

READ  Bestes Lichterkette Mit Stecker Getestet und qualifiziert

Solindrakusuma mencatat, indikator pemulihan ekonomi semakin terlihat dari peningkatan impor bahan baku, bahan penolong, dan barang modal. Pada April 2021, impor bahan baku dan bahan penolong meningkat 33,24 persen, sedangkan impor barang modal meningkat 11,55 persen dibandingkan April 2020.

Dia mencontohkan bahwa “peningkatan impor yang signifikan di dua kelompok bahan baku, bahan penolong dan barang modal menunjukkan pemulihan ekonomi yang cukup untuk kuartal kedua tahun 2021.”

Sebagai catatan, pada April 2021, total impor mencapai US $ 16,29 miliar. Dibandingkan April 2020, total impor meningkat 29,93 persen, dengan rincian impor nonmigas meningkat 22,10 persen, sedangkan impor migas meningkat 136,86 persen.
Berita Terkait: Pemulihan ekonomi positif pemerintah sudah di depan mata
Berita Terkait: Pencapaian anggaran pemulihan ekonomi sebesar 172,35 triliun rupee

Diedit oleh INE

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor