Indonesia Maju dengan Ideologi Islam

mediabogor.com, Bogor – Setelah resmi ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024, adalah Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Penetapa itu dilkaukan pada rapat pleno Komisi Pemilihan Umum atau KPU pada Minggu 30 Juni 2019 lalu. Dalam penetapan tersebut, Jokowi berujar akan berkomitmen membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Saya dan Pak Kiai, ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan rakyat pada kami berdua untuk melanjutkan tugas, mengemban amanat kepercayaan rakyat, membawa seluruh rakyat Indonesia menuju Indonesia yang maju, bermartabat sejajar dengan negara lain di dunia,” Begitulah tutur beliau.

Setiap rakyat Indonesia pasti sepakat menginginkan Indonesia menuju negara maju. Semua rakyatnya pintar, tidak ada yang miskin, kerusakan moral nihil, kesejahteraan masyarakat melejit, tanpa utang luar negeri dan sebagainya.

Namun, harapan itu ibarat jauh panggang dari pada api. Lima tahu perjalanan indonesia bersama jokowi-JK terekam kebijakan yang membawa bangsa Indonesia semakin mundur. Diantaranya, utang luar negeri melejit fantastis, dan kerusakan moral dengan pelegalan kecurangan jumlah suara dalam pemilu dilegalkan. Pimpinan negara seolah tak punya nyali dalam menghadapi kemauan China. Bagaikan budak yang mengikuti semua kemauan sang tuan.

Selama Indonesia masih menjadi negara pengekor negara kapitalis sekuler maka Indonesia maju akan nihil. Faktanya hingga sekarang Indonesia masih menerapkan sistem sekuler kapitalis neoliberal, dimana sistem itu adalah pesan dunia untuk ditetapkan di negara-negara berkembang. Padahal disadari atau tidak negara ini seolah menjadi objek penajahan kapitalisme global. Sehingga mana mungkin bakal menjadi negara maju.

Tetapi harapan Indonesia maju tidak boleh sirna, sebagai seorang muslim kita semua harus pahami bahwa Islam memiliki sistem yang sempurna yang akan membawa Indonesia maju penuh ridho Allah SWT. Yakinlah negara ini akan maju dengan menerapkan ideologi Islam.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya” (QS. Al-anfal: 60).

Itulah salah satu dalil dari Al-quran yang memerintahkan kita untuk menghimpun kekuatan agar bisa melawan hegemoni penajahan neoimperialisme global agar menjadi mulia di dunia dan akhirat. Dengan keberanian dan kesungguhan insyaallah, kelak negara ini akan maju sebagaimana masa kekhilafahan terdahulu.

 

 

Deni Heryani (Pendidik Muslimah)