Indonesia melanjutkan pencarian korban kotak hitam pesawat Sriwijaya yang jatuh

Penyelam Indonesia pada Kamis kembali mencari sisa-sisa 62 korban dan perekam suara kokpit dari pesawat Sriwijaya Air yang jatuh ke Laut Jawa tak lama setelah lepas landas pada akhir pekan lalu, kata para pejabat. Pencarian lokasi jatuhnya Boeing 737-500 yang sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Pontianak itu dihentikan sementara pada Rabu setelah cuaca buruk menyebabkan gelombang naik.

Sebuah tim penyelam mengambil salah satu kotak hitam pesawat, Flight Data Recorder (FDR), dari dasar laut awal pekan ini, dan upaya sedang dilakukan pada Kamis untuk memulihkan Cockpit Voice Recorder (CVR). Dengan penyebab kecelakaan pesawat yang hampir berusia 27 tahun tidak jelas, penyelidik akan sangat mengandalkan kotak hitam untuk menentukan mengapa kehilangan kendali beberapa menit setelah lepas landas.

Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia, Soirganto Tjijono, mengatakan kepada Reuters bahwa informasi Franklin Roosevelt masih dalam proses, dan laporan awal akan diterbitkan dalam waktu 30 hari setelah kecelakaan pesawat sesuai dengan standar internasional. Surat kabar Tempo melaporkan pada hari Kamis bahwa pesawat tersebut memiliki masalah berulang dengan sistem Autothermotor yang secara otomatis mengontrol pengaturan daya mesin sejak kembali dari penyimpanan bulan lalu. Sriwijaya tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tjjono mengatakan, jika sistem Autowater tidak berfungsi, pilot bisa mengontrol pengaturan secara manual dengan tangan. Seorang pilot maskapai tidak resmi mengatakan untuk berbicara di depan umum bahwa dapat diterima untuk menerbangkan pesawat ketika sistem autothrottle tidak beroperasi, meskipun itu akan meningkatkan beban kerja pilot dan dapat menyebabkan gangguan dalam keadaan darurat.

Kebanyakan kecelakaan udara biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki, menurut para ahli keselamatan. Kecelakaan Sriwijaya adalah bencana terbesar bagi sebuah maskapai penerbangan di Indonesia sejak 189 orang tewas di dalam pesawat Lion Air Boeing 737 MAX yang jatuh ke Laut Jawa beberapa menit setelah lepas landas pada 2018.

READ  Wika dan CNI membangun pabrik nikel di Kolaka

(Kisah ini tidak diedit oleh staf Devdiscourse dan secara otomatis dihasilkan dari umpan bersama.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *