Indonesia menyediakan layanan bunkering di Selat Sunda

Indonesia menyediakan layanan bunkering di Selat Sunda

Kami telah melakukan perencanaan strategis dan menyiapkan hotspot untuk banyak pelabuhan potensial di sepanjang selat ini dengan aksi kekuatan multinasional ini.

Jakarta (Antara) – Indonesia akan mulai menyediakan layanan bunkering dan menggenjot layanan pelabuhan di Selat Sunda untuk menyediakan marine low-sulfur fuel oil (MFO) kepada kapal asing.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo saat memimpin dan menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) dengan PT Pertamina Patra Niaga pada Rabu (4 Juli) di Kantor Koordinasi. Kementerian Kelautan dan Investasi.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan kerja sama dalam layanan bunkering untuk penyediaan MFO rendah sulfur di Pelabuhan Internasional PT Krakatau Bandar Samudera di Selat Sunda, menurut pernyataan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi diterima di Jakarta, Jumat.

“MoU ini merupakan pengakuan atas komitmen Indonesia untuk membangun dan meningkatkan penyediaan layanan MFO rendah sulfur di berbagai pelabuhan strategis di Indonesia,” tegas Basilio Araujo.

Berita Terkait: Kerugian masyarakat akibat investasi ilegal Rp 117 triliun: OJK

Low Sulphur MFO, dengan kandungan sulfur maksimum 0,5 persen berdasarkan massa (m/m), merupakan bahan bakar kapal yang memenuhi mandat International Maritime Organization (IMO) tentang bahan bakar bunker dengan kandungan sulfur maksimum 0,5 persen, sebagai tanggal 1 Januari 2020.

Peran Araujo tidak hanya untuk menjaga kedaulatan maritim, tetapi juga untuk menangani masalah energi, yang dalam konteks ini dianggap sebagai MFO rendah sulfur untuk kapal.

Mempertimbangkan besarnya peluang ekonomi yang belum dimanfaatkan, terutama ribuan kapal dan kargo internasional yang melintas di sepanjang Selat Sunda, ia mengaitkan “hilangnya peluang ekonomi” dengan kurangnya layanan bunkering dari Selat Sunda ke Selat Malaka.

READ  Diperkirakan akan menawarkan Apple iPhone 12 Mini

Dia memperkirakan kerugian peluang sekitar $ 173 miliar dalam pengisian bahan bakar, perubahan awak dan layanan logistik untuk kapal yang melewati Selat Malaka, Selat Singapura, Selat Sunda dan Selat Lombok.

Data tahun 2020 menunjukkan bahwa 53.068 kapal melewati Selat Sunda atau sekitar 150 kapal per hari, sedangkan sekitar 120.000 kapal melewati Selat Malaka dan Selat Singapura, dengan hanya 350 kapal yang melewati Selat Malaka setiap hari.

“Kami telah melakukan perencanaan strategis dan menyiapkan hotspot untuk banyak pelabuhan potensial di sepanjang selat ini dengan aksi kekuatan multinasional ini,” ungkapnya.

Berita Terkait: Chandra Asri amankan investasi Rp 24,65 triliun

“Kami yakin kerja sama ini (antara operator pelabuhan dan Pertamina) dapat meningkatkan penerimaan negara dan memberikan manfaat yang luar biasa, terutama bagi penerimaan negara, kesejahteraan masyarakat dan yang terpenting, Indonesia siap dan mampu menyediakan rendah sulfur. Pelayanan MFO di perairan strategis kita,” tegas Araujo, agar pelabuhan-pelabuhan Indonesia ke depan dapat memberikan pelayanan terbaik dan mampu bersaing dengan negara tetangga lainnya.

Dia juga mencatat bahwa ini sesuai dengan peraturan nasional dan internasional: Peraturan Departemen Perhubungan No. 29 Tahun 2014 tentang pencegahan pencemaran lingkungan laut karena kandungan belerang dalam bahan bakar bunker dan produksi internasional MFO belerang rendah hingga 180 CST. Melalui kerjasama komersial untuk menyediakan layanan pengisian bahan bakar, mengembangkan potensi ekonomi melalui layanan pengisian bahan bakar untuk menyediakan kandungan MFO rendah sulfur di berbagai pelabuhan strategis di Indonesia akan meningkatkan citra pelabuhan Indonesia sekaligus meningkatkan situasi energi di dalam negeri, terutama penyediaan 180 °C MNF Sulfur rendah dengan Pertamina Group.

Pertamina melalui Refinery Unit (RU) III Plaju telah memperkenalkan 180 CST Low Sulphur MFO dan akan memproduksi 380.000 KL per tahun atau sekitar 200.000 barel per bulan untuk didistribusikan ke kapal-kapal berbendera Indonesia dan non-Indonesia yang memasuki pelabuhan di perairan Indonesia.

READ  Bestes Wlan Antenne Outdoor Getestet und qualifiziert

Berita Terkait: Pertumbuhan positif pada kuartal kedua sebagai hasil dari upaya kolektif: kepresidenan

Berita Terkait: Menkeu: Vaksinasi Nelayan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor